Dugaan Korupsi BUMDes Tanjung Leban, Doni: Belum Ada Tersangka

PERISTIWA2 views

Bengkalis, detaksatu : Setahun lebih proses hukum perkara dugaan korupsi Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Berkah Bersatu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis baru sebatas penyidikan tanpa tersangka. Pasalnya, penyidik Unit III Tipikor Reskrim Polres Bengkalis yang menangani perkara tersebut masih belum tuntas memeriksa nasabah.

Tentang belum adanya tersangka dikatakan oleh Kanit III Tipikor, Reskrim Polres Bengkalis Ipda Doni Irawan kepada media ini, Rabu (14/10/2026) siang.

Menurut Doni, dari ratusan nasabah UED-SP, masih ada sekitar 45 orang nasabah yang belum dimintai keterangan. Untuk itu, minggu depan penyidik akan turun memeriksa para nasabah tersebut.

“Belum ada tersangka, soalnya masih ada 45 orang nasabah yang belum dimintai keterangan. Rencananya minggu depan ke turun (ke Desa Tanjung Leban),” kata Doni saat dijumpai di ruang kerjanya.

Proses hukum dugaan korupsi ini ditangani penyidik Unit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkalis, itu telah memeriksa Nasuha, Ketua Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Berkah Bersatu, dan Desi Ramayani, mantan kasir Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Berkah Bersatu, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Nasuha dan Desi diperiksa Jum’at (17/1/2025). Selain Nasuha dan Desi, penyidik juga telah memeriksa Anita dan Nurul Afni. Keduanya dimintai keterangan pada Senin (20/1/2025).

Menurut Desi saat dirinya menjabat sebagai kasir, Nasuha merupakan staf administrasi. Sedangkan ketua UED-SP dijabat Marzuki dan kemudian gantikan Abdul Suib. Baik Marzuki dan Abdul Suib juga telah dimintai keterangan.

Diungkapkan Desi, setelah dirinya berhenti sebagai kasir, Nasuha naik menjadi Ketua UED-SP.

“Saya jadi kasir 2019 sampai 2023, saat itu Nasuha masih staf,” kata Desi saat itu.

Selain Nasuha dan Desi, penyidik juga sudah memeriksa pendamping Desa Tanjung Leban Anita dan Nurul Afni. Keduanya dimintai beberapa jam oleh penyidik pada Senin (20/1/2025).

Desi yang dijumpai usai pemeriksaan mengatakan, dirinya menjabat sebagai kasir sejak 2019 sampai 2023. Saat itu ketua UED-SP dijabat Marzuki, kemudian gantikan oleh Abdul Suib. Abdul Suib kemudian digantikan oleh Nasuha.

“Marzuki dan Abdul Suib sudah diperiksa Senin (13/1/2025) kemarin,” kata Desi saat itu.

Ketika ditanya tentang prosedur peminjaman, Desi yang bekerja selama 4 tahun di UED-SP Berkah Bersatu tidak mau menjelaskan. Desi menegaskan, saat dirinya masih kasir aset UED-SP sebesar Rp 5 miliar. Modal UED-SP bersumber dari APBD Provinsi Riau dan APBD Kabupaten Bengkalis.

Lap : RD
Editor : Vie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *