Pekanbaru, detaksatu : Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat membantu tujuh kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai.
Tak hanya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, Pemko Pekanbaru juga memastikan pendidikan anak-anak korban tetap terjamin. Perlengkapan sekolah yang ikut terbakar akan diganti agar anak-anak tetap dapat mengikuti proses belajar tanpa terkendala akibat musibah.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turun langsung menemui sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Rabu (7/10/2026).
Saat berada di lokasi, Markarius menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan seluruh korban dalam kondisi aman. Sebagian keluarga kini mengungsi di rumah kerabat, sementara sebagian lainnya menyewa tempat tinggal sementara.
“Ada yang mengungsi di tempat saudara dan ada juga yang menyewa di tempat tinggal baru. Yang terpenting, kami memastikan kebutuhan pokok mereka, seperti makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan lainnya terpenuhi,” kata Markarius.
Pemko Pekanbaru tidak ingin musibah kebakaran membuat anak-anak korban kehilangan kesempatan untuk belajar. Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah diarahkan untuk membantu menyediakan kembali perlengkapan sekolah yang terbakar atau rusak.
Bantuan tersebut meliputi seragam sekolah, sepatu, tas hingga buku pelajaran. Dengan dukungan tersebut, anak-anak korban diharapkan dapat kembali bersekolah tanpa harus terbebani kehilangan perlengkapan akibat kebakaran.
Selain bantuan dari Pemko, Markarius juga meminta Baznas Kota Pekanbaru ikut memberikan dukungan kepada para korban sesuai kriteria penerima bantuan.
Ia berharap bantuan Baznas dapat diberikan dalam bentuk uang tunai. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan karena keluarga korban kini menghadapi pengeluaran tambahan untuk menyewa tempat tinggal setelah rumah mereka tidak lagi dapat dihuni.
“Kami arahkan Baznas untuk membantu dalam bentuk uang. Setelah kebakaran, mereka tentu harus menyewa tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Pemko Pekanbaru juga meminta Dinas Sosial (Dinsos) melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi sosial dan ekonomi ketujuh keluarga korban.
Langkah ini dilakukan untuk melihat kemungkinan perubahan desil atau tingkat kesejahteraan keluarga setelah mengalami musibah.
Menurut Markarius, kebakaran tidak hanya menyebabkan korban kehilangan tempat tinggal. Sebagian keluarga juga berpotensi kehilangan sumber penghasilan atau mengalami gangguan terhadap usaha yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi.
“Saya instruksikan Dinsos untuk mengecek kembali desil mereka. Dengan kejadian ini, tentu ada yang usahanya berhenti atau tidak bisa berjalan lagi. Kondisi tempat tinggal dan sosial ekonominya juga berubah,” jelasnya.
Pembaruan data tersebut dinilai penting agar keluarga yang mengalami perubahan kondisi dapat memperoleh akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah sesuai ketentuan.
“Sehingga perlu disesuaikan agar mereka bisa mengakses bantuan-bantuan lainnya,” sambung Markarius.
Di tengah penanganan korban, Markarius juga mengingatkan masyarakat Pekanbaru agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Kondisi cuaca yang masih cukup panas dengan intensitas hujan yang relatif rendah dinilai membuat risiko kebakaran perlu diantisipasi lebih serius.
Masyarakat diminta memastikan kompor telah benar-benar dimatikan setelah digunakan serta tidak meninggalkan rumah ketika masih terdapat sumber api.
Warga juga diminta memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama pada rumah-rumah yang sudah berusia tua.
“Kalau rumah sudah tua, segera periksa dan ganti kabel-kabel yang sudah tidak layak. Kita harus betul-betul berhati-hati, apalagi kondisi Kota Pekanbaru masih cukup panas dan hujan masih jarang,” tuturnya.
Dukungan bagi tujuh keluarga korban juga berpeluang datang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN.
Markarius menyebut, warga yang membutuhkan bantuan tersebut dapat berkoordinasi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru.
Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dapat membantu meringankan beban para korban sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka setelah kehilangan tempat tinggal.
“Kepada para korban, sekali lagi kami turut berdukacita. Semoga Allah mengganti musibah ini dengan sesuatu yang lebih baik,” pungkas Markarius.
Lap : Kim PKU
Editor : Vie







Komentar