Pekanbaru, detaksatu : Prestasi akademik kembali ditorehkan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru. Sebanyak delapan murid yang tergabung dalam empat tim berhasil melaju ke babak final Kreasi by Abak Academy & Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pencapaian ini menjadi bukti semangat murid dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan akademik, dan kolaborasi lintas bidang, Senin (21/9/2026).
Keempat tim tersebut berkompetisi dalam tiga kategori keilmuan, yakni FK (Biomedis, Farmasi, Gizi, dan Kesehatan), SE (Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan), serta MT (Matematika, Fisika Terapan, dan Teknologi Rekayasa).
Pada kategori FK, Tim 1 diwakili Haura Sakhi dari kelas XI.9 dan Gian Qolby Rufi dari kelas XI.12.
Kategori SE diwakili Tim 2 yang beranggotakan Bima Surya Dharma kelas XI.5 dan Rosichah Nur Hamidah A kelas XII.3.
Sementara itu, kategori MT berhasil mengantarkan dua tim ke babak final. Tim 3 terdiri atas Kanaya Larasati kelas XII.9 dan Mayla Zalfa Shabira kelas XII.3. Tim 4 diisi Rahma Chairunnisa kelas XII.3 dan Khaira Qisthi Nayara kelas XII.6.
Seluruh peserta mendapatkan pendampingan dari pembina Amirul Syafiq dan Melia Vivi Ningrum, yang turut mendukung persiapan siswa dalam menghadapi kompetisi.
Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para murid yang berhasil menembus babak final.
“Kami mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan delapan murid MAN 1 Pekanbaru yang berhasil melaju ke babak final Kreasi by Abak Academy & UGM,” ujar Norerlinda.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik yang berani mencoba, berinovasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai minat akademiknya.
Sementara itu, pembina kegiatan, Amirul Syafiq dan Melia Vivi Ningrum, menilai keikutsertaan murid dalam kompetisi menjadi kesempatan penting untuk memperkuat pengalaman belajar dan kerja sama tim.
“Keikutsertaan empat tim MAN 1 Pekanbaru di babak final Kreasi by Abak Academy & UGM merupakan hasil dari proses belajar, kerja sama, dan kesungguhan murid dalam mengembangkan ide serta kemampuan mereka. Kami berharap para finalis dapat tampil percaya diri, memaksimalkan potensi yang dimiliki, dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga untuk masa depan,” ungkap para pembina.
Pendampingan yang dilakukan selama persiapan menjadi bagian penting dalam membantu memahami tantangan kompetisi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Bagi para murid, keberhasilan melaju ke final menjadi pengalaman berharga yang memberikan ruang untuk belajar dan menguji kemampuan di tingkat kompetisi.
“Kami bersyukur bisa sampai ke tahap final Kreasi by Abak Academy & UGM. Bagi kami, kesempatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga proses belajar, bekerja sama, dan menguji kemampuan.” ujar perwakilan finalis Rosichah.
Lap : Vie







Komentar