oleh

Kepala LLDIKTI XVII Tekankan Kampus Berdampak kepada Mahasiswa Baru Universitas Awal Bros

Pekanbaru, detaksatu : Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nopriadi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Universitas Awal Bros.

Dalam kegiatan tersebut, Nopriadi memberikan pembekalan mengenai sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan implementasi Kampus Berdampak kepada mahasiswa baru.

Menurut Nopriadi, mahasiswa tidak seharusnya memandang pendidikan tinggi hanya sebagai proses untuk memperoleh gelar akademik. Perguruan tinggi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, mengasah kreativitas, dan mengambil bagian dalam pembangunan.

“Perguruan tinggi tidak boleh lagi berdiri sebagai menara gading. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, belajar, dan bertindak bersama,” kata Nopriadi.

Dia menjelaskan, arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini mendorong perguruan tinggi agar keberadaan dan aktivitas akademiknya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Nopriadi juga menjelaskan arsitektur pendidikan tinggi nasional yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Selain itu, dia memaparkan pentingnya penjaminan mutu melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi.

Nopriadi menjelaskan terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam implementasi Kampus Berdampak.

Pertama, pengajaran berdampak, antara lain melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan proses pembelajaran menghasilkan kompetensi yang relevan bagi lulusan.

Kedua, riset terapan dan inovatif. Nopriadi mendorong penelitian perguruan tinggi diarahkan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat, termasuk bidang kesehatan, energi, ekonomi, dan pembangunan daerah.

Ketiga, pengabdian kepada masyarakat yang bermakna. Sivitas akademika didorong terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan kompetensi dan keilmuan yang dimiliki.

Kepala LLDIKTI XVII kemudian meminta mahasiswa baru Universitas Awal Bros mulai membangun kompetensi sejak semester awal.

Menurutnya, mahasiswa perlu menguasai keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berkolaborasi lintas disiplin, literasi digital, kreativitas, serta kepemimpinan.

Mahasiswa juga didorong memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran di dalam maupun di luar program studi, termasuk mengikuti program nasional seperti Magang Berdampak.

“Jadilah mahasiswa yang peka terhadap persoalan di sekitar. Manfaatkan hak belajar di dalam dan luar prodi untuk memperkuat kapasitas diri,” ujar Nopriadi.

Dia juga mendorong mahasiswa membangun kolaborasi dengan dosen, dunia industri, dan pemerintah untuk menghasilkan inovasi serta solusi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

“Kembangkan inovasi dan berkolaborasilah dengan dosen, industri, serta pemerintah untuk melahirkan solusi nyata bagi Riau, Kepulauan Riau, dan Indonesia,” katanya.

Melalui pembekalan dalam PKKMB tersebut, Nopriadi berharap mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta dalam proses pendidikan tinggi, tetapi mampu mengambil peran aktif dalam kegiatan akademik, inovasi, dan pengabdian masyarakat.

Peran tersebut dinilai penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian terhadap persoalan masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *