oleh

Tim Penyuluh Mabes TNI Komsos Bersama Warga dan Tinjau Sumur Bor Cegah Karhutla

Pekanbaru, detaksatu : Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat TNI melalui langkah nyata di lapangan. Salah satunya dengan memastikan kesiapan sarana sumber air yang dapat digunakan untuk menghadapi potensi kebakaran.

Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Marsma TNI Setiawan W melaksanakan peninjauan sumur bor pencegah karhutla sekaligus komunikasi sosial (komsos) bersama masyarakat di Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, Minggu (6/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Marsma TNI Setiawan W didampingi Kolonel Inf Oni Kristiono, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Kolonel Sus Adam, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Mar Jonathan, Mayor Mar Denis dan Mayor Arh Adhy.

Turut hadir Pasiops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh Nirzam, S.Sos., Danramil 06/Sukajadi Kapten Inf Tayung, Wakapolsek Tampan Akp Sony, Lurah Sungai Sibam Sarnubi, Babinsa Serka Parjo, Bhabinkamtibmas Aipda Edward Gustaf S serta masyarakat.

Peninjauan sumur bor tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan sarana air yang menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Selain meninjau sarana yang ada, tim juga melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mendengarkan kondisi di lapangan sekaligus menyampaikan pentingnya kepedulian bersama dalam mencegah terjadinya karhutla.

Marsma TNI Setiawan W mengatakan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul. Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh unsur, termasuk masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan.

“Kita ingin memastikan bahwa sarana yang sudah tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan dan siap digunakan ketika dibutuhkan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak terjadi,” ujar Marsma TNI Setiawan W.

Menurutnya, keberadaan sumur bor merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam menyediakan sumber air apabila terjadi kebakaran. Namun sarana tersebut harus didukung dengan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Kalau kita bisa mencegah dari awal, tentu jauh lebih baik daripada kita harus memadamkan api yang sudah meluas. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat harus terus dilakukan,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api, asap maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Jangan menunggu api membesar. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas atau aparat setempat agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan kesiapan sarana, kewaspadaan serta kepedulian bersama, potensi karhutla di wilayah Kota Pekanbaru diharapkan dapat ditekan.

Pencegahan karhutla pada akhirnya bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga lingkungan, kesehatan dan keamanan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *