Siak, detaksatu : Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, mendorong pemerintah pusat mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk pemugaran cagar budaya di Kabupaten Siak agar pelestarian warisan sejarah daerah itu dapat dilakukan secara menyeluruh.
Usulan tersebut disampaikan Dr Karmila saat mengikuti kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak, Riau, guna meninjau langsung kondisi sejumlah bangunan bersejarah, termasuk Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura yang sebagian bangunannya roboh pada 31 Januari 2026.
“Kunjungan kerja ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap pelestarian kebudayaan. Situs-situs bersejarah di Siak memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dan harus terus dijaga keberadaannya,” kata Karmila.
Rombongan Komisi X DPR RI dipimpin Ketua Komisi X DPR RI Dr Ir Hj Hetifah Sjaifudian, dan diterima Bupati Siak Dr Afni Zulkifli, didampingi Wakil Bupati Syamsurizal. Kunjungan itu juga dihadiri anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari, Ferdiansyah, Drs Juliyatmono, H Ashraff Abu, dr Adela Kanasya Adies, H Muhammad Nur Purnamasidi, Dr Hj Adde Rosi Khoerunnisa, Ruby Chairani Syiffadia, Lita Machfud Arifin, SH, Dr Hj Nilam Sari Lawira, Hj Ledia Hanifa Amaliah, perwakilan Kementerian Kebudayaan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pusat Statistik (BPS) RI Dr Amalia Adininggar Widyasanti, LLDIKTI Wilayah XVII, serta sejumlah pejabat kementerian mitra Komisi X.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menjelaskan telah memperoleh Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Kebudayaan sebesar Rp5,5 miliar, terdiri atas Rp3 miliar untuk revitalisasi Istana Siak dan Rp2,5 miliar untuk Balairung Sri.
Namun, anggaran tersebut masih difokuskan untuk penanganan darurat, penyelamatan konstruksi yang mengalami kerusakan berat, menjamin keselamatan pengunjung, penyusunan Detail Engineering Design (DED), jasa konsultan pengawas, serta manajemen pengelolaan. Akibatnya, pekerjaan revitalisasi pada tahun ini baru dapat dilakukan secara parsial.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp9 miliar kepada Kementerian Kebudayaan agar pemugaran Istana Siak, Balairung Sri, dan Tangsi Belanda dapat dilakukan secara menyeluruh.
Dr Karmila menilai usulan tersebut layak mendapat dukungan karena kondisi sejumlah bangunan bersejarah di Siak membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif.
Menurut dia, Kesultanan Siak memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sehingga warisan budaya yang masih tersisa harus dijaga dan dipelihara.
“Kita harus mengingat sejarah bahwa Kesultanan Siak pernah memberikan sumbangan yang sangat besar bagi Republik Indonesia. Karena itu, situs-situs sejarah dan cagar budaya harus terus dipelihara agar tidak hilang akibat kurangnya perawatan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, lanjut Karmila, sejumlah aset budaya, termasuk arsip sejarah, Istana Siak, Balairung Sri, dan Tangsi Belanda, memerlukan penanganan serius karena sebagian bangunan mengalami kerusakan.
“Jangan sampai sejarah bangsa ini hilang karena kita tidak mampu merawat warisan yang ada. Pelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya, Rabu (22/07/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Riau, Karmila menegaskan akan memperjuangkan aspirasi Pemerintah Kabupaten Siak dalam pembahasan bersama kementerian terkait di tingkat pusat. Menurut dia, keberadaan wakil daerah di DPR RI menjadi jembatan penting agar kebutuhan pembangunan dan pelestarian budaya di Riau memperoleh perhatian pemerintah.
Ia memastikan hasil kunjungan kerja Komisi X DPR RI akan dibawa ke forum pembahasan bersama Kementerian Kebudayaan sebagai bahan tindak lanjut penganggaran.
“Laporan hasil kunjungan ini akan kami sampaikan kepada kementerian terkait agar menjadi perhatian dan dapat diprioritaskan dalam pembahasan selanjutnya,” ujar Karmila.
Selain meninjau kawasan cagar budaya, Karmila juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Aspirasi kepada mahasiswa Universitas Riau Indonesia (URI) di Kabupaten Siak sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi di Riau.
Lap : Vie











Komentar