Pekanbaru detaksatu : EMP Bentu-Korinci Baru Limited melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menanggulangi stunting atau anak yang kekurangan gizi di sejumlah wilayah operasional perusahaan. EMP Bentu – Korinci Baru Limited bekerja sama dengan dua puskesmas yakni Puskesmas Rejosari dan Tenayan Raya di Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak awal tahun ini. Bantuan PMT tersebut diterima oleh masing-masing dari dua kecamatan yaitu Camat Tenayan Raya Abdul Rahman dan Camat Kulim Fajri Adha Kota Pekanbaru.
Program PMT tersebut merupakan kegiatan rutin perusahaan yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR Perusahaan. Bantuan PMT sendiri berupa paket berupa Susu, Vitamin dan Sembako seperti Beras 5kg 1 Karung, Telur ayam 1 Papan.
Selain itu juga pemerian makanan tambahan seperti susu ibu hamil dan ibu menyusui kemudian biskuit balita, susu UHT untuk balita.
Area Manager EMP Bentu-Korinci, Dadi Mulyadi didampingi CSR Officer Ismulyadi mengatakan, program PMT tersebut bertujuan untuk menunjang program pemerintah dan perusahaan di bidang kesehatan dengan harapan tidak adanya kasus stunting atau balita yang kekurangan gizi di daerah operasional perusahaan.
”Selain menyerahkan bantuan PMT pihak EMP juga menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk posyandu pada wilayah operasional EMP di kecamatan Tenayan Raya dan Kulim, ” pungkasnya.
Camat Kulim Fajri Adha menyebutkan sangat apresiasi dan terima kasih kami kepada EMP Bentu-Korinci yang telah memberikan bantuan bagi warga di dua kecamatan Kulim dan Tenayan Raya khusus nya kepada anak stunting semoga kedepan program ini akan terus berlanjut.
“Atas nama pemerintah kota pekanbaru kami mengucapkan terima kasih kepada EMP karena turut peduli kepada anak-anak yang kekurangan gizi yay mengalami stunting. Semoga program ini bisa terus berlanjut ke depannya,” kata Camat Kulim Fajri Adha, Senin (13/7/2026).
Sebagaimana diketahui, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar.
Penyebab utama stunting di antaranya asupan gizi dan nutrisi yang kurang mencukupi yang dimulai dari dalam kandungan sampai usia dua tahun serta pola asuh yang salah akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusuui.
Selain itu, stunting juga disebabkan karena buruknya sanitasi lingkungan tempat tinggal seperti kurangnya sarana air bersih dan tidak tersedianya sarana MCK yang memadai serta keterbatasan akses fasilitas kesehatan yang dibutuhkan bagi ibu hami, ibu menyusui dan balita.
Lap : Kim PKU










Komentar