oleh

Agung Nugroho Nilai Rute Langsung Pekanbaru–Bandung Dukung Pertumbuhan Ekonomi

banner 300250

Pekanbaru, detaksatu : Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut baik rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 17 September 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat membuka kembali rute penerbangan langsung antara Pekanbaru dan Bandung guna memperkuat konektivitas kedua daerah.

Agung mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendukung penuh rencana pengoperasian kembali bandara tersebut. Menurut dia, pembukaan kembali penerbangan langsung dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menuju Bandara Husein Sastranegara akan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha.

“Kami menyambut baik dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara,” kata Agung di Pekanbaru, Kamis (9/7).

Ia menjelaskan dukungan tersebut juga telah disampaikan kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kota Bandung telah menandatangani nota kesepahaman sebagai dasar penguatan kerja sama antardaerah di berbagai sektor.

Sebagai tindak lanjut, kedua pemerintah daerah berencana mengusulkan pembukaan rute penerbangan langsung Pekanbaru–Bandung dan Bandung–Pekanbaru kepada Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan.

Menurut Agung, keberadaan rute langsung akan mempermudah mobilitas masyarakat, pelaku usaha, mahasiswa, wisatawan, maupun aparatur pemerintah. Selain memangkas waktu perjalanan, konektivitas udara tersebut diyakini dapat memperluas peluang kerja sama di berbagai bidang.

“Bandung merupakan pusat pendidikan, ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata. Dengan akses yang semakin mudah, peluang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, pendidikan, UMKM, ekonomi kreatif, kesehatan, hingga pelayanan publik akan semakin besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembukaan rute langsung juga berpotensi meningkatkan kunjungan masyarakat dari Jawa Barat ke Pekanbaru. Kondisi itu diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, pariwisata, penyelenggaraan kegiatan (event), serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain sektor pariwisata, Agung menilai konektivitas udara tersebut akan memperkuat rantai pasok perdagangan antara Sumatera dan Jawa. Waktu tempuh yang lebih singkat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha sehingga memperkuat daya saing ekonomi kedua daerah.

“Selain sektor pariwisata, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok perdagangan antara Sumatera dan Jawa. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha diyakini menjadi lebih efisien sehingga meningkatkan daya saing ekonomi kedua daerah,” kata Agung. Adv

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *