Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII terus mendorong penguatan peran Hubungan Masyarakat (Humas) pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Anugerah Humas Diktisaintek LLDIKTI Wilayah XVII Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (4/7).
Mengusung tema “Diktisaintek Berdampak”, ajang ini dirancang sebagai momentum strategis untuk membangun komunikasi publik yang lebih adaptif, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Dr. Nopriadi memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII, dewan juri, serta para praktisi kehumasan, mulai dari pengelola humas, tim media sosial, hingga administrator website yang berpartisipasi aktif dalam kompetisi ini.
“Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, humas bukan lagi sekadar fungsi pendukung administrasi. Humas merupakan garda terdepan yang membawa wajah institusi kepada masyarakat melalui penyampaian informasi mengenai inovasi, riset, prestasi, dan berbagai kontribusi perguruan tinggi,” tegas Dr. Nopriadi.
Beliau juga menambahkan bahwa profesionalisme humas masa kini diukur dari kemampuannya tidak hanya dalam mempublikasikan aktivitas rutin kampus, tetapi juga kepiawaian dalam membangun kepercayaan publik (public trust) melalui informasi yang akurat, kreatif, dan berdampak langsung pada peningkatan reputasi institusi.
Fokus Penilaian dan Partisipasi PTS
Pada penyelenggaraan tahun ini, Anugerah Humas Diktisaintek LLDIKTI Wilayah XVII memfokuskan penilaian pada dua instrumen komunikasi digital yang dinilai paling krusial, yaitu: Pengelolaan Media Sosial, dan Pengelolaan Laman Website
Ajang bergengsi ini disambut dengan antusiasme tinggi, terbukti dengan keikutsertaan 21 Perguruan Tinggi Swasta yang tersebar di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Dari total peserta tersebut, 12 PTS berkompetisi di kedua kategori sekaligus, sementara 9 PTS lainnya bersaing pada salah satu kategori.
Menutup arahannya, Dr Nopriadi memotivasi seluruh peserta untuk terus memperkuat tata kelola kehumasan berbasis digital di kampus masing-masing.
“Keikutsertaan seluruh perguruan tinggi dalam ajang ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. Apa pun hasil akhirnya, seluruh peserta telah menjadi bagian dari transformasi digital kehumasan yang akan membawa manfaat bagi kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau,” tutupnya.
Lap : Vie







Komentar