Pekanbaru, detaksatu : Transformasi dunia kerja yang bergerak kian dinamis dan sarat disrupsi menuntut generasi muda untuk mempersiapkan diri lebih awal. Memiliki ijazah saja kini tidak lagi cukup; mahasiswa harus membekali diri dengan keterampilan praktis dan ketangguhan mental agar siap mengambil peran strategis di masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Lancang Kuning (Unilak) menjalin kolaborasi strategis dengan menyelenggarakan “Workshop Talenta Muda”. Langkah progresif ini merupakan wujud komitmen nyata institusi pendidikan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul—mereka yang tidak hanya cerdas secara akademis di ruang kelas, tetapi juga tangguh dan lincah bermanuver di tengah persaingan global.
Hadir sebagai narasumber dalam lokakarya ini, Perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Bapak Agusrizal, S.Pd., M.Hum. Dalam pemaparannya, beliau membagikan pandangan mendalam mengenai urgensi kesiapan mental dan kompetensi teknis bagi para mahasiswa sebelum melangkah ke dunia profesional.
“Generasi muda saat ini harus memiliki karakter ADAKTIF, yakni Adaptif dan Aktif,” tegas Agusrizal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep ADAKTIF adalah kunci bertahan di era modern. Menjadi adaptif berarti memiliki fleksibilitas tinggi untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan. Sementara itu, sikap aktif menuntut mahasiswa untuk proaktif mencari peluang, membangun jaringan, dan berinovasi. Kombinasi keduanya akan melahirkan lulusan yang kompetitif dan siap kerja.
Agenda ini semakin berbobot dengan hadirnya dukungan penuh dari kursi legislatif. Turut hadir memberikan wawasan kebangsaan dan dorongan motivasi, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar yang mengemban amanah untuk masa jabatan 2024-2029 ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara akademisi, pemerintah, dan legislatif—dalam mengawal bonus demografi, khususnya di wilayah Riau.
“Dunia kerja dan tantangan global saat ini membutuhkan talenta yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki mental kepemimpinan yang kuat. Kami di legislatif akan terus mengawal dan mendukung penuh inisiatif peningkatan kapasitas SDM seperti yang dilakukan Unilak dan LLDIKTI ini,” ungkap Dr Karmila Sari.
Beliau juga menitipkan pesan optimisme kepada para peserta workshop. “Ini adalah saatnya anak muda Riau dan Kepri bangkit. Jangan hanya menjadi penonton di era digital, tetapi jadilah inovator dan pelaku sejarah. Manfaatkan setiap peluang untuk menjadi pilar kemajuan bangsa,” tambahnya.
Kehadiran program kolaboratif seperti Workshop Talenta Muda ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi kebangkitan potensi lokal. Dengan bekal wawasan yang komprehensif dan sinergi kuat dari berbagai pemangku kepentingan, talenta-talenta muda Riau dan Kepri kini bersiap untuk tampil bersinar dan memenangkan persaingan di tingkat nasional maupun global.inovasi, dan menjadi pilar kemajuan bangsa.
Lap : Vie








Komentar