oleh

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar UIR, Sebut Sebagai “Lompatan Mutu” Pendidikan Tinggi

Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau kembali menjadi saksi sejarah peningkatan tata kelola kelembagaan pendidikan tinggi di wilayahnya. Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes menyampaikan sambutan pada Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Riau (UIR) dalam rangka pengukuhan guru besar pada 3 Juni 2026 di Pekanbaru yang di wakili oleh Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII (Riau dan Kepulauan Riau) Sunarti, SP, MM.

Sidang senat terbuka ini secara resmi mengukuhkan dua cendekiawan unggulan kampus tersebut. Prof Dr Annisa Mardatillah, SSos, MSi. dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-26 UIR dengan fokus kepakaran di bidang Strategi dan Kebijakan Pemasaran Bisnis. Turut dikukuhkan pula Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons), MIT. sebagai Guru Besar ke-27 yang memfokuskan kepakarannya pada bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence.

Dalam sambutannya, Dr Nopriadi memaparkan bahwa momentum penting ini bukanlah sekadar seremonial akademik rutin semata.

“Bagi kami di LLDIKTI Wilayah XVII, ini adalah sebuah lompatan mutu, sebuah proklamasi intelektual, yang menandakan bahwa pohon ilmu pengetahuan di UIR kian rindang, akarnya menghujam kokoh ke bumi, dan buah-buah pemikirannya kian siap dipetik untuk kemaslahatan masyarakat luas,” tuturnya dengan penuh apresiasi.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini semakin mengukuhkan posisi UIR sebagai universitas Islam yang unggul, terkemuka, dan memiliki daya saing tinggi.

Lebih jauh, Dr. H. Nopriadi menyoroti bahwa kedua bidang keilmuan yang dikukuhkan hari ini sangatlah relevan, futuristik, dan saling melengkapi. Beliau menjabarkan pandangan bahwa perpaduan strategi pemasaran bisnis dan kecerdasan buatan sejatinya merupakan refleksi dari nilai-nilai Islam yang bersifat universal serta adaptif di sepanjang zaman.

Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa dalam kacamata Islam, pemasaran bisnis adalah bentuk muamalah yang tidak semata bertujuan meraup materi, melainkan harus dilandaskan pada sifat-sifat kenabian. Praktik bisnis tersebut wajib mengandung nilai kejujuran (shiddiq), integritas (amanah), komunikasi transparan (tabligh), dan strategi yang cerdas (fathanah).

Menutup sambutannya yang inspiratif, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII mempersembahkan sebuah pantun bernuansa khas Melayu yang menyemarakkan suasana ruangan:

Ke muara mudik mendayung sampan,

Membawa kain dari seberang;

Selamat datang kami ucapkan,

Di kampus UIR yang gemilang.

Lahirnya dua guru besar baru di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi seluruh sivitas akademika di Riau dan Kepulauan Riau untuk terus meningkatkan inovasi, meluaskan jejaring akademik, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *