Pekanbaru, detaksatu : Sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 01 Rumbai Kodim 0301 Pekanbaru, Sertu Hazirman, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan warga di wilayah binaannya, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan komsos tersebut dilaksanakan di Gang TK Budi Luhur, RT 03 RW 01, wilayah teritorial Koramil 01 Rumbai. Dalam kegiatan itu, Sertu Hazirman mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla.
Selain menyampaikan imbauan, Babinsa juga memantau kondisi wilayah guna memastikan tidak terdapat indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah TNI AD melalui satuan kewilayahan dalam mendukung upaya pencegahan karhutla di Kota Pekanbaru.
Danramil 01 Rumbai, Mayor Inf Suhartono, mengatakan bahwa kegiatan komsos yang dilakukan Babinsa merupakan metode efektif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah karhutla sejak dini.
“Kami terus menginstruksikan seluruh Babinsa untuk aktif turun ke lapangan melakukan komunikasi sosial dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama agar wilayah tetap aman dan terbebas dari karhutla,” ujar Mayor Suhartono.
Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan memantau kondisi wilayah, tetapi juga mempererat hubungan dengan warga sehingga informasi terkait potensi gangguan keamanan maupun bencana dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan selama kegiatan berlangsung, kondisi wilayah terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya titik panas (hotspot), titik api maupun titik asap di lokasi yang menjadi sasaran patroli dan komsos.
Dengan kegiatan rutin tersebut, Koramil 01 Rumbai berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla terus meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah secara maksimal, khususnya memasuki periode cuaca yang rawan terjadinya kebakaran.









