KERITANG – Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 953/Harimau Rawa, Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa nasionalis. Hal tersebut disampaikannya secara terpisah dalam rilis resmi satuan terkait partisipasi aktif personel militer di wilayah binaan teritorial.
Penegasan ini sejalan dengan kehadiran jajaran satuan yang secara resmi diundang untuk menghadiri sekaligus mengawal jalannya kegiatan upacara Perpisahan Santri Akhir Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Azkiya Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara pelepasan Angkatan ke-VII tersebut diselenggarakan dengan khidmat di Lapangan Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya, Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), pada Sabtu (23/05/2026).
Dalam pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut, Danyonif Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah mengutus pejabat perwira satuan untuk mewakili dirinya. Adalah Kapten Inf Agus Suriono yang hadir secara langsung di lokasi acara demi membawa mandat, sekaligus menyampaikan amanat serta dukungan moril dari pimpinan satuan kepada seluruh sivitas akademika pondok pesantren.
Hadirnya keterwakilan dari Danyon TP 953/Harimau Rawa ini juga menjadi momentum penguatan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh melalui kemitraan erat bersama tokoh agama. Di panggung kehormatan, Kapten Inf Agus Suriono bersanding bersama Kepala Yayasan Ponpes Modern Al-Azkiya, Ustadz H. Muhammad Ridwan, Lc., para pendiri pondok pesantren, serta segenap majelis guru yang telah mendedikasikan diri mendidik para santri.
Sinergitas tiga pilar di tingkat desa juga terlihat sangat solid dengan hadirnya Sekretaris Desa Pengalihan, Bapak Firman, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil setempat, Serda Darmadi. Kehadiran unsur pimpinan desa dan aparat teritorial ini mempertegas komitmen bersama dalam mendukung kemajuan pendidikan keagamaan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Keritang.
Rangkaian acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB tersebut berjalan secara sistematis, diawali dengan prosesi pelepasan santri akhir, sambutan-sambutan formal, hingga penyerahan tanda kelulusan. Ratusan wali murid yang hadir tampak larut dalam suasana haru sekaligus bangga menyaksikan putra-putri mereka berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan dasar di madrasah tersebut.
Di tempat terpisah, Danyonif Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang lulus. “TNI selalu siap mendukung dunia pendidikan, khususnya pesantren, karena dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual demi masa depan bangsa,” ujar Mayor Inf. Anam Achmad Musadilah dalam pernyataan resminya.
Hingga seluruh rangkaian acara resmi ditutup pada pukul 12.00 WIB, situasi di sekitar Lapangan Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya dilaporkan berada dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Keberhasilan pengamanan swakarsa yang dipadukan dengan pemantauan aparat teritorial ini membuktikan kedisiplinan dan koordinasi yang baik antar-elemen masyarakat di Desa Pengalihan.







Komentar