oleh

Murid MAN 1 Pekanbaru Diterima di 22 Kampus Luar Negeri dan Raih 4 Beasiswa

Pekanbaru, detaksatu : Murid terbaik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru berhasil memperoleh puluhan Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi luar negeri, membuktikan kualitas pendidikan dan daya saing global yang dimiliki peserta didik MAN 1 Pekanbaru. 19/5/2026.

Maryam, murid kelas Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru, berhasil diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri dari berbagai negara. Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi internasional yang membanggakan bagi madrasah, mengingat proses seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri membutuhkan kemampuan akademik, bahasa Inggris, serta kesiapan portofolio yang kuat.

Maryam berhasil meraih Letter of Acceptance dari berbagai universitas ternama dunia. Di antaranya Monash University Australia pada program Applied Data Science Advanced, serta Briar Cliff University pada bidang Environmental Science. Ia juga diterima di University of Adelaide dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) pada program Bachelor of Science.

Selain itu, Maryam juga memperoleh kesempatan studi di Macquarie University pada bidang Biotechnology, Curtin University pada Biomedical Sciences, serta University of Wollongong pada program Nutrition Science. Prestasi akademiknya berlanjut dengan penerimaan di Deakin University dan Swinburne University of Technology pada bidang Biomedical Science.

Tidak hanya di Australia, Maryam juga diterima di Massey University pada program Food Technology, serta University of Canterbury pada bidang Environmental Science. Ia juga berhasil menembus The University of Waikato pada program Environmental Sciences & Biomedical Sciences, serta Auckland University of Technology pada Food Science & Biomedical Science.

Capaian lainnya mencakup penerimaan di University of Southern Queensland pada Food & Beverage Science, serta Western Sydney University pada Applied Data Science. Maryam juga diterima di Charles Darwin University pada program Bachelor of Science, serta Bond University dan Coventry University pada bidang Biomedical Science.

Lebih jauh, Maryam juga berhasil diterima di bidang teknologi dan sains modern melalui Leeds Beckett University pada Data Science and Artificial Intelligence, University of St. Thomas pada Neuroscience, DePaul University pada Biochemistry, serta Caldwell University pada program Biology – Forensic Track.

Maryam juga berhasil meraih 4 beasiswa bergengsi dari berbagai universitas, yaitu Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, serta CDU Global Merit Scholarship. Capaian ini semakin menguatkan prestasinya sebagai murid berdaya saing global yang mampu menembus seleksi akademik sekaligus memperoleh dukungan pendanaan studi di tingkat internasional.

Kepala MAN 1 Pekanbaru dari Tanah suci, Norerlinda menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian yang diraih kedua murid tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras murid, dukungan orang tua, serta pendampingan intensif oleh Tim Bimbingan Konseling dan Guru.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan besar bagi MAN 1 Pekanbaru. Maryam telah menunjukkan bahwa murid madrasah mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid MAN 1 Pekanbaru untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, bahasa asing, dan keterampilan global lainnya.

Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Parmita, menjelaskan bahwa proses persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi dari murid. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan kampus, penyusunan personal statement dan persiapan dokumen.

“Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa akses pendidikan global semakin terbuka bagi murid madrasah yang memiliki tekad dan persiapan matang.

Maryam mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Ia mengatakan bahwa proses pendaftaran kampus luar negeri menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya tentang disiplin, manajemen waktu, dan kepercayaan diri.

“Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya. Saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukung,” ungkapnya.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru