Pekanbaru, detaksatu.com : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau menggelar kegiatan Silaturahmi dan Tausiyah dalam rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, pada Rabu, 10 Februari 2026, bertempat di Kantor LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau.
Kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustadz Edi Setiawan, dan diikuti oleh seluruh keluarga besar LLDIKTI Wilayah XVII sebagai bagian dari upaya memperkuat spiritualitas, kebersamaan, serta nilai-nilai keikhlasan menjelang bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Nopriadi, SKM. MKes, menyampaikan bahwa Ramadhan harus dijadikan momentum untuk membentuk integritas dan keikhlasan dalam bekerja, khususnya dalam memberikan pelayanan yang prima dan responsif, setulus hati dengan semangat ibadah.
“Ramadhan ini mari kita jadikan sebagai momentum menanam kebaikan. Apa yang kita tanam di bulan suci ini insyaAllah akan dilipatgandakan hasilnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Nopriadi menegaskan bahwa aktivitas keseharian yang selama ini banyak berkaitan dengan akreditasi dan peningkatan mutu perguruan tinggi sejatinya merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi masa depan agar mampu bersaing secara global.
Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII juga menyampaikan pesan kepada seluruh keluarga besar LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, yaitu:
Meluruskan niat dalam bekerja sebagai bagian dari ibadah.
Terus meningkatkan kualitas pelayanan, di mana pelayanan tidak boleh menurun meskipun dalam kondisi berpuasa.
Memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama guna meraih keberkahan Ramadhan.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Edi Setiawan, SAg menyampaikan pentingnya menyambut bulan suci Ramadhan dengan kesiapan lahir dan batin. Ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang Allah SWT berikan untuk membakar dosa-dosa hamba-Nya serta menjadi bulan jihad terbesar, yakni melawan hawa nafsu.
“Selama Ramadhan, bukan hanya perut yang berpuasa, tetapi seluruh anggota badan lisan, telinga, mata, kaki, dan hati harus ikut berpuasa. Jangan sampai seseorang berpuasa namun yang ia dapatkan hanya lapar dan haus,” tuturnya.
Ustadz Edi juga mengajak seluruh peserta untuk mulai melatih diri sejak dini dengan mengurangi kebiasaan merumpi, membicarakan keburukan orang lain, menjaga pandangan dan pendengaran, serta membersihkan hati dari kesombongan. Ia menegaskan agar menjauhi penyakit tajassus, yaitu kebiasaan mencari-cari aib dan kesalahan orang lain.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Cabang BSI Sudirman Atas, Khalid Syaifullah, sebagai bentuk sinergi dan silaturahmi antarinstansi.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah XVII berharap semangat Ramadhan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual, profesionalisme, dan pelayanan prima dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau.
Lap : Vie











Komentar