oleh

Tekan Angka Kematian Kanker Serviks, Karmila Sari dan Pemprov Riau Gelar Skrining HPV DNA

Pekanbaru, Detaksatu.com : Anggota DPR RI Komisi X, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau, bekerja sama dengan Tirta Medical Center, menggelar pemeriksaan HPV DNA sebagai bagian dari Program Deteksi Dini Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)< Rabu (24/12/2025)

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 perempuan dari Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan, khususnya pencegahan kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dr Hj Karmila Sari menegaskan bahwa kanker serviks dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau gaya hidup.

“Kanker serviks tidak mengenal status sosial. Siapa pun bisa terkena. Penyakit ini berkembang sangat cepat dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting,” ujar Karmila Sari.

Ia juga mengajak para peserta untuk menyebarkan informasi kepada keluarga, kerabat, dan tetangga agar semakin banyak perempuan yang memahami bahaya kanker serviks dan mau melakukan pemeriksaan sejak dini.

Menurutnya, kanker serviks umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup, pola makan, dan kondisi kesehatan secara umum. Karmila Sari juga menekankan bahwa pemeriksaan HPV DNA bukanlah hal yang menakutkan, melainkan langkah pencegahan untuk melindungi diri.

“Pemeriksaan ini justru menyelamatkan. Hasilnya akan keluar dalam waktu sekitar satu minggu dan dikirim langsung melalui WhatsApp. Jika ada indikasi, bisa segera ditangani lebih awal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa biaya pemeriksaan HPV DNA secara mandiri tergolong mahal, sehingga fasilitas pemeriksaan gratis yang diberikan dalam kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi Riau, Hj Fariza, SH, MH, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan angka kanker serviks di Indonesia.

“Kanker serviks merupakan penyebab kematian akibat kanker nomor dua pada perempuan di Indonesia. Setiap tahun terdapat sekitar 36 ribu kasus baru, dan sekitar 21 ribu perempuan meninggal dunia akibat penyakit ini,” ungkap Fariza.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks 2023–2030, yang mencakup vaksinasi HPV, skrining rutin, serta pengobatan dini untuk meningkatkan harapan hidup perempuan Indonesia.

Namun demikian, Fariza mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam upaya pencegahan kanker serviks, di antaranya: Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining rutin, Keterbatasan akses fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, Biaya vaksinasi dan pemeriksaan yang relatif mahal, dan Stigma dan budaya, yang membuat sebagian perempuan enggan melakukan pemeriksaan

Dengan kegiatan kolaboratif seperti ini, Fariza berharap semakin banyak perempuan yang peduli terhadap kesehatan dirinya dan berani melakukan deteksi dini.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak perempuan, demi menurunkan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia,” tutupnya.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *