Pekanbaru, Detaksatu.com ; Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Lulusan Program Sarjana, Diploma Tiga, dan Magister Farmasi di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis, 20 November 2025. Sebanyak 219 wisudawan resmi dilantik, terdiri dari 2 orang Magister Farmasi (angkatan ke-1), 163 orang Sarjana Farmasi (angkatan ke-29), dan 54 orang Ahli Madya Farmasi (angkatan ke-30).
Acara dihadiri pimpinan yayasan, sivitas akademika, para orang tua, serta perwakilan dari LLDIKTI Wilayah XVII dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Dodi Iswanto, SPd, MPd, menyampaikan apresiasi selamat atas hasil perjuangan para lulusan, menyebut hari wisuda sebagai “hadiah dari kesabaran.” Ucapan terima kasih khusus juga ditujukan kepada orang tua, yang dianggap telah melahirkan “penjaga keselamatan masyarakat.”
LLDIKTI Wilayah XVII juga menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi lulusan di dunia farmasi Indonesia. Tantangan tersebut meliputi maraknya peredaran obat ilegal dan palsu di platform digital, tragedi obat sirup beracun, ancaman serius Resistensi Antimikroba (AMR), serta ketimpangan akses layanan farmasi di daerah terpencil. Lulusan farmasi ditekankan bukan hanya sebagai tenaga teknis, melainkan benteng etika dan penjaga mutu layanan kesehatan.
LLDIKTI XVII menekankan pentingnya karakter bagi seorang profesional farmasi. “Karakter adalah obat terbaik dari semua obat,” tegas Dodi Iswanto.
“Jika saudara merasakan derita, berarti saudara hidup. Jika saudara mampu merasakan derita orang lain, maka saudara manusia,” tambahnya.
Ketua STIFAR Riau, Prof Dr Ir Thamrin, MSc, MH, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan ini, yang secara total telah menghasilkan 3.937 alumni sejak institusi ini berdiri. Komitmen STIFAR Riau untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas SDM dosen dan kelengkapan sarana prasarana. Saat ini, baik program studi maupun institusi STIFAR Riau telah terakreditasi dengan nilai B oleh LAMPTKes dan BAN-PT.

Prof Thamrin juga memaparkan pengembangan institusi yang signifikan. STIFAR Riau kini telah membuka Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) dengan kapasitas 120 mahasiswa per semester, serta Program Studi Magister Farmasi (S2 Farmasi). Hal ini memungkinkan lulusan S1 untuk melanjutkan studi profesi dan pascasarjana di kampus sendiri. Ke depan, STIFAR Riau bahkan berambisi untuk mengembangkan Sekolah Tinggi ini menjadi sebuah Institut.
Kepada para wisudawan, Prof Thamrin berpesan agar mereka terus meningkatkan profesionalisme dan ilmu pengetahuan di tempat kerja, serta senantiasa memelihara komunikasi, sikap sopan santun, dan menjaga nama baik almamater. “Berbuatlah yang terbaik di tempat saudara/saudari bekerja,” pesannya, menekankan pentingnya kontribusi positif bagi masyarakat.
Sekretaris Yayasan, Drs Jasril, MSi, MH, turut menyampaikan harapannya agar para lulusan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan karier. Yayasan sebagai badan hukum pengelola STIFAR Riau berkomitmen untuk mendorong STIFAR menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan unggul dalam akademik maupun riset. Yayasan juga memastikan STIFAR menjalankan prinsip good university governance dan membangun suasana akademik yang merangsang kreativitas mahasiswa, serta mendekatkan kampus dengan dunia usaha dan lapangan kerja.
Bambang Sutrina, SKM, MH, yang membacakan sambutan Plt Kepala Dinas Kesehatan Heri Permana, SSTP, MSI, menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan kesehatan. Berdasarkan data, Provinsi Riau masih memiliki banyak kebutuhan tenaga kesehatan (232 Puskesmas, 75 Rumah Sakit, 863 Apotek). Peluang kerja bagi lulusan STIFAR Riau pun sangat terbuka.
Dinas Kesehatan berharap para wisudawan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan bekerja dengan kompeten, sejalan dengan UU Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan. Mereka juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan dan orang tua.
Di akhir acara, Wakil Ketua 1 STIFAR Riau, Dr Enda Mora, secara simbolis melantik para lulusan Ahli Madya, D-III STIFAR Riau, didampingi oleh segenap Senat STIFAR, serta jajaran organisasi profesi farmasi seperti IAI dan PAFI Riau.
Lap : Vie











Komentar