oleh

LLDIKTI XVII Riau-Kepri Hadiri Yudisium UHT Pekanbaru, Lulusan Diharap Jadi Pilar Kesehatan Berkarakter

Pekanbaru, Detaksatu.com : Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menghadiri acara Yudisium dan Angkat Sumpah Universitas Hang Tuah (UHT) Pekanbaru. Kegiatan ini merupakan momentum lulusan dari berbagai jenjang dan program studi, termasuk Program Pascasarjana, Fakultas Kesehatan, dan Fakultas Ilmu Komputer, di Ballroom Prime Park Hotel Pekanbaru pada 3 November 2025.

Dr Nopriadi menjelaskan bahwa Yudisium menandai bahwa para lulusan telah secara resmi memenuhi semua persyaratan akademik dan dinyatakan lulus berdasarkan rapat akademik perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa hari ini bukanlah sekadar seremoni, melainkan titik awal pengabdian para lulusan di tengah masyarakat. Ilmu, keterampilan, dan nilai profesional yang telah ditempa di kampus kini siap diterapkan dalam pelayanan nyata kepada masyarakat luas, khususnya sebagai tenaga kesehatan masa depan di Provinsi Riau dan Indonesia.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau menyampaikan rasa bangga dan hormat setinggi-tingginya kepada para lulusan. Ia menjabarkan peran vital masing-masing profesi, Ahli Kesehatan Masyarakat sebagai garda terdepan upaya promotif-preventif, Nurse sebagai pelayan keperawatan dengan empati, Bidan yang memastikan kelahiran aman dan bermartabat, serta Perekam Medik yang menjaga integritas data sebagai tulang punggung sistem kesehatan yang efisien. Keempatnya merupakan pilar penting dalam sistem kesehatan nasional (SKN).

Lebih lanjut, Dr Nopriadi menegaskan bahwa sumpah profesi yang diucapkan bukanlah sekadar rangkaian kata, melainkan ikrar moral dan spiritual yang mengandung tanggung jawab besar. Ikrar tersebut menuntut para profesional untuk senantiasa menempatkan kepentingan pasien dan masyarakat di atas kepentingan pribadi, menjaga rahasia, menjunjung etika, dan mengabdikan diri demi kemanusiaan.

“Pengetahuan tanpa rasa empati adalah kosong. Keahlian tanpa integritas adalah sia-sia,” pesannya.

Secara khusus, menekankan pentingnya rasa empati dalam dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan, berbagi pengalamannya membantu mahasiswa yang terancam drop out (DO) karena persoalan personal, menunjukkan bahwa rasa empati pimpinan perguruan tinggi dapat menyelamatkan masa depan seseorang.

“Rasa empati itulah yang membedakan kita dengan teknologi yang makin canggih saat ini,” ujarnya.

MKepala LLDIKTI XVII menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UHT Pekanbaru atas dedikasi mereka mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan berkarakter. Berharap besar agar para lulusan dapat menjadi penerus sistem kesehatan yang profesional, adil, dan berempati, siap menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan di Indonesia.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *