Pekanbaru, Detaksatu.com : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau menggelar Rapat Kerja (Raker) selama dua hari, dari tanggal 28 hingga 29 Oktober 2025, di Hotel Grand Central, Pekanbaru.
Dalam sesi Raker, LLDIKTI Wilayah XVII memperkenalkan PT Solusi Identitas Global Net (SIIN) atau Easy Sains sebagai sponsor dan narasumber. Guntur Panjaitan, perwakilan dari Easy Sains, hadir untuk mempresentasikan materi mengenai penerapan tanda tangan elektronik (TTE) terverifikasi di dunia pendidikan tinggi.
Guntur Panjaitan menekankan bahwa di era digital saat ini, penggunaan TTE bukan lagi pilihan, melainkan suatu kebutuhan, terutama bagi lembaga pendidikan tinggi yang gencar melakukan digitalisasi.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan. Universitas juga butuh TTE karena dapat mengatasi masalah seperti pemalsuan dokumen akademik,” ujar Guntur Panjaitan.
Dalam paparannya, Guntur menjelaskan perbedaan antara TTE biasa dan TTE terverifikasi yang disediakan oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSRE) seperti Easy Sains. TTE terverifikasi memiliki beberapa keunggulan signifikan, yakni, Lebih aman dan menggunakan teknologi kriptografi di dalam dokumen. Memastikan orang yang menandatangani adalah benar subjeknya, karena diverifikasi melalui Dukcapil dan penggunaan One-Time Password (OTP) saat penandatanganan. Dokumen yang telah ditandatangani akan ketahuan jika diubah atau diedit sedikit pun. Serta memiliki kekuatan hukum yang kuat dan tidak bisa disangkal di pengadilan, didukung oleh Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“TTE yang terverifikasi ini terdaftar di Komdji dan datanya divalidasi dengan data kependudukan (Dukcapil), berbeda dengan tanda tangan basah yang ditempel (scan) yang tidak memiliki sertifikasi standar,” ujarnya.
Penerapan TTE terverifikasi di kampus memberikan sejumlah manfaat penting, antara lain: Mempercepat proses birokrasi, terutama bagi dosen atau rektor yang sering berada di luar kampus, serta menghemat biaya kertas dan tinta printer secara signifikan. Menunjukkan komitmen universitas terhadap keamanan data dan digitalisasi.
Menjamin keaslian dokumen akademik, keuangan, administrasi dosen, dan kerja sama, termasuk dalam penerbitan ijazah yang dapat dipercepat. dan Teknologi Long Term Validation (LTV) memastikan dokumen, seperti ijazah, dapat dibuktikan keasliannya hingga 10 atau 20 tahun ke depan.
Lap : Vie











Komentar