oleh

Kepala LLDIKTI XVII Imbau Dosen Universitas Awal Bros Segera Urus Izin Belajar dan Lanjutkan Studi S3

Pekanbaru, Detaksatu.com : Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-4 Universitas Awal Bros yang diselenggarakan di Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (7/10/2025).

Acara wisuda yang berlangsung penuh khidmat ini turut dihadiri oleh Bendahara Yayasan Universitas Awal Bros Aisha Juliana, Sekretaris APTISI Riau Indra Hasan, para dosen, orang tua wisudawan, dan tamu undangan lainnya.

Perwakilan wisudawan dari Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Wulan Patricia, menyampaikan pesan dan kesan penuh haru. Ia menuturkan rasa bangganya menjadi bagian dari Universitas Awal Bros yang dianggapnya sebagai rumah kedua yang membentuk karakter dan profesionalismenya.

Rektor Universitas Awal Bros, Dr Yulianti Wulandari, SKM, MARS, memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan menyampaikan sejumlah capaian kampus, termasuk pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter, serta penerimaan bantuan perangkat komputer dan sarana pembelajaran baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus.

Sementara itu, Bendahara Yayasan Awal Bros Bangun Bangsa, Aisha Juliana, menegaskan bahwa prestasi mahasiswa dan mutu pendidikan yang berkelanjutan merupakan wujud komitmen yayasan dalam memberikan layanan pendidikan terbaik.

“Wisuda hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga turut memberikan sambutan melalui perwakilannya, menyampaikan apresiasi atas peran Universitas Awal Bros dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional dan berintegritas.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menjelaskan kebijakan baru dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 terkait klasifikasi akreditasi perguruan tinggi.

“Ke depan, status akreditasi perguruan tinggi akan dikategorikan menjadi: Terakreditasi, Tidak Terakreditasi, Terakreditasi Unggul, dan Terakreditasi Internasional,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi juga diukur dari daya serap lulusan di dunia kerja, bukan hanya dari status akreditasi semata.
Selain itu, Dr. Nopriadi menyampaikan motivasi dan dorongan kuat kepada para dosen Universitas Awal Bros untuk meningkatkan kualifikasi akademik serta percepatan kenaikan jabatan fungsional.

“LLDIKTI XVII akan mendukung penuh upaya percepatan kenaikan jabatan fungsional bagi para dosen di Universitas Awal Bros, termasuk tujuh dokter dan satu dokter spesialis yang sedang dalam proses pengajuan jabatan lektor kepala,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, terdapat 61 dosen bergelar S2 di Universitas Awal Bros yang diharapkan segera melanjutkan studi ke jenjang S3, mengingat adanya kebijakan baru dari pemerintah yang memberikan kemudahan bagi dosen melanjutkan pendidikan doktor tanpa pemotongan tunjangan sertifikasi.

“Silakan mengurus izin belajar, terutama bagi dosen yang tetap memiliki kewajiban menjalankan tridarma perguruan tinggi, baik sebagai rektor, wakil rektor, dekan, maupun ketua program studi,” tutup Dr Nopriadi dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan hangat para hadirin.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *