Pekanbaru, Detaksatu.com : Kamis, 11 September 2025 bertempat di Hotel Pangeran Pekanbaru, Institut Kesehatan (IKes) Payung Negeri Pekanbaru menggelar Acara Yudisium dan Angkat Sumpah Profesi.
Dalam kesempatan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menyampaikan bahwa sebelum beliau melanjutkan Studi S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Depok tahun 1999-2021 dan lanjut kuliah S2 di FK UGM Yogyakarta tahun 2022- aw2024, dirinya adalah alumni dari Akademi Perawat Payung Negeri (APPN) tahun 1994-1997, yang kini telah bertransformasi menjadi IKes Payung Negeri Pekanbaru. “Selama ini saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, InsyaAllah IKes PN selalu di hati,” Ujarnya.

Kepada media, Nopriadi bercerita bahwa setelah Wisuda di APPN tahun 1997, dia langsung ditawari sebagai Dosen Tetap oleh Direktur APPN yang waktu itu dijabat Kolonel TNI (Purn) dr.H.Djohan Effendi, selain mengajar sebagai dosen di kampus APPN dia juga berperan sebagai clinical instructur (pembimbing klinik) mahasiwa yang sedang praktek di rumah sakit dan puskesmas selama 2 tahun (1997-1999). Sebagai mantan Ketua Senat Mahasiswa APPN waktu itu saya sudah terbiasa berinteraksi dan sering dilibatkan berbagai kegiatan kampus oleh Direktur, Wakil Direktur serta para dosen dan staf administrasi di APPN, bahkan 6 bulan sebelum tamat, saya sering diminta oleh beberapa orang dosen saya untuk memeriksa tugas dan hasil ujian mahasiswa junior saya, bahkan sering diminta mengajar menggantikan dosen kalau berhalangan masuk. Saya juga dekat dengan para mahasiwa junior saya. Jadi pada saat saya mengajar mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3, mereka semua lebih akrab memanggil saya Kak Nov. Pengalaman tersebut semakin menguatkan ikatannya dengan almamater tercinta sampai saat ini, kenangnya.
Dalam sambutannya, Dr.Nopriadi, menjelaskan makna yudisium sebagai rapat penentuan kelulusan mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi sekaligus mengumumkan nilai akhir serta predikat lulusan. “Yudisium merupakan langkah awal memulai tanggung jawab baru sebagai sarjana di bidang kesehatan yang profesional untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan karir profesionalnya di dunia kerja,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan sumpah profesi ini bukan hanya acara seremonial, melainkan sumpah suci di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Sumpah itu disaksikan oleh para dosen, mahasiswa lain, rohaniawan, pimpinan kampus, ketua program studi, dekan, hingga rektor, serta diangkat sumpah oleh ketua organisasi profesi. “Ini adalah janji yang harus dijaga dan dilaksanakan seumur hidup oleh para tenaga kesehatan profesional,” tegasnya.
Secara khusus, Dr. Nopriadi meng-highlight sumpah ahli kesehatan masyarakat, terutama pada poin ke-6 ikrar sumpah: berjanji dengan sepenuh hati untuk menghormati para guru. Maka janganlah durhaka kepada guru, apalagi orang tua. Saya mengingatkan para lulusan, muliakanlah orang tuamu dan buat mereka bangga” pesannya.
Dr. Nopriadi juga menyampaikan rasa bangganya terhadap IKes Payung Negeri Pekanbaru, kualitasnya tidak kalah dengan kampus lain. Hasil Uji Kompetensi (UKOM) mahasiswanya 5 tahun terakhir selalu lulus 95-100℅ dan lulusan sudah bekerja di mana-mana, baik dalam Negeri maupun luar Negeri,” ujarnya sembari memotivasi dan mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan, Rektor dan jajaran.
Selain itu, ia menyinggung Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang baru disahkan pada 2 September 2025. Regulasi ini mewajibkan seluruh perguruan tinggi untuk menjamin mutu pendidikannya agar bertaraf global.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, sebagai lulusan harus mampu bersaing dengan lulusan dari dalam dan luar negeri” tegasnya.
Sebagai penutup, Dr. Nopriadi mengingatkan pentingnya mengasah diri dan terus belajar.
“Bertutur yang baik, ramah, sopan dan santun terus dijaga, memiliki sikap sabar, empati, jujur, memilik integritas, adil, tanggung jawab, ikhlas, serta senantiasa bersyukur atas apapun yang telah diperoleh. Jangan lupa bahagiakan orang tuamu dan do’akan mereka. Itu semua adalah kunci sukses bagi tenaga kesehatan yang profesional,” pungkasnya.
Lap : Vie










Komentar