Pekanbaru, Detaksatu.com : Puncak peringatan HUT ke-20 Himpaudi Riau digelar di Aula BPMP Riau, Sabtu (6/9/2025). Isu perjuangan kesetaraan dan kesejahteraan guru PAUD menggema. Dukungan dari berbagai tokoh pun mengalir agar guru PAUD mendapat pengakuan yang sama dengan guru lainnya.
Acara dihadiri anggota DPR RI Komisi X Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, Bunda PAUD Riau Hj Henny Sasmita Wahid, Ketua Umum PP Himpaudi DR Betti Nuraini, anggota DPR RI Komisi VIII Hendri Moenif, Kepala BPMP Riau DR Nilam Suri, para rektor perguruan tinggi, pimpinan organisasi mitra, serta Bunda PAUD kabupaten/kota se-Riau.
Anggota DPR RI Komisi X Dr Hj Karmila Sari, menyatakan siap memperjuangkan aspirasi tersebut.
Ketua Himpaudi Riau Hj Aida Malikha menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ia menjelaskan, semula acara puncak direncanakan di halaman kantor Gubernur Riau dengan menghadirkan 1.500 anak untuk senam massal Anak Indonesia Hebat. Namun karena adanya larangan keramaian dari Mendagri, acara akhirnya dipindahkan ke Aula BPMP.
“Sempena HUT ke-20 ini, Himpaudi juga menggelar berbagai lomba di kabupaten/kota serta melakukan penandatanganan MoU dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan PAUD, yakni UIR, IPTAR, IAI Diniyah, dan juga Balai Bahasa,” ujar Aida.
Ketua Umum PP Himpaudi, Betti Nuraini, menegaskan perjuangan guru PAUD masih panjang. Ia menyoroti belum adanya regulasi dalam UU Sisdiknas maupun UU Guru dan Dosen yang mengakomodir guru PAUD nonformal.
“Akibatnya guru PAUD tidak bisa mengikuti PPG, tidak mendapat tunjangan sertifikasi, PPPK maupun kesempatan menjadi PNS. Kami titipkan amanah perjuangan ini kepada Komisi X DPR RI, khususnya Bu Karmila Sari,” tegas Betti.
Bunda PAUD Riau Hj Henny Sasmita Wahid juga menyampaikan apresiasi atas peran Himpaudi Riau. Ia mengaku turut mendukung perjuangan kesetaraan guru PAUD dengan berkirim surat resmi ke Komisi X DPR RI.
“Kalau guru PAUD sejahtera, anak-anak didik kita pun akan mendapat pendidikan yang lebih baik. Saya pribadi paham bagaimana rasanya karena saya anak seorang guru golongan rendah, yang dulu penghasilannya pas-pasan,” tutur Henny.
Lap : Vie











Komentar