oleh

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dorong Peningkatan Mutu dan Sinergitas Perguruan Tinggi pada Launching Program Magister Manajemen UPP

Rokan Hulu, Detaksatu.com : Universitas Pasir Pengaraian (UPP) resmi meluncurkan Program Studi Magister Manajemen (S2) dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula UPP. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu Hj Sumiartini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu Damri Poti yang hadir mewakili Bupati Rokan Hulu, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi serta sinergi lintas sektor dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

“Launching program Magister Manajemen ini merupakan langkah nyata UPP dalam menjawab tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman. Lulusan saat ini tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, berpikir strategis, serta mampu berinovasi dan beradaptasi di era yang terus berubah,” tegas Dr Nopriadi.

Ia juga memaparkan bahwa LLDIKTI Wilayah XVII membina 93 perguruan tinggi swasta yang tersebar di dua provinsi, yakni 66 PTS di Provinsi Riau dan 27 PTS di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu, terdapat dua perguruan tinggi negeri (PTN) di masing-masing provinsi tersebut. Secara keseluruhan, wilayah ini memiliki 621 program studi, 5.331 dosen, dan 151.449 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 77,2% mahasiswa berada di Provinsi Riau, dan 22,8% di Kepulauan Riau.

Namun demikian, Dr Nopriadi menggarisbawahi sejumlah tantangan yang masih dihadapi bersama, seperti ketimpangan kapasitas antar-PTS, kebutuhan peningkatan akreditasi institusi dan program studi, kesenjangan dalam jabatan fungsional dosen, serta adaptasi terhadap digitalisasi dan disrupsi global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, LLDIKTI Wilayah XVII terus melakukan pendampingan kelembagaan, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, tata kelola akademik, hingga penjaminan mutu. Berdasarkan data per Mei 2025.Sebanyak 58,1% program studi terakreditasi Baik, 9,7% Baik Sekali, 2,2% sudah meraih status Unggul, Sedangkan 20,4% masih belum terakreditasi.

Untuk akreditasi institusi: 38,6% telah memperoleh akreditasi Baik, 24,3% Baik Sekali, 17,4% masih terakreditasi B, dan 5,5% telah meraih peringkat Unggul.

Dari sisi sumber daya manusia, 48,5% dosen saat ini berada pada jabatan Lektor. Namun, masih terdapat 24,4% dosen yang belum memiliki jabatan fungsional. Meski begitu, tren peningkatan sertifikasi dosen menunjukkan kemajuan signifikan. Pada tahun 2024, terdapat 2.216 dosen tersertifikasi, dan meningkat menjadi 2.338 orang di tahun 2025. Bahkan pada bulan ini saja, tercatat lonjakan signifikan dalam pengajuan jabatan fungsional dosen, dengan peningkatan usulan mencapai 300–600%.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Karmilasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peluncuran program magister ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan pendidikan tinggi sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Karmilasari juga menyampaikan bahwa atas kerja sama dan dorongan dari Komisi X DPR RI, LLDIKTI Wilayah XVII telah mendapatkan persetujuan pembangunan gedung baru sebagai upaya mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi.

Acara launching ini menjadi momentum strategis bagi UPP dan masyarakat Rokan Hulu untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas akses jenjang magister, serta mencetak lulusan yang siap bersaing secara global dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *