oleh

Mendiktisaintek Tegaskan Komitmen Inklusi Pendidikan Saat Kunjungan ke Universitas Lancang Kuning Bersama Kepala LLDikti Wilayah XVII Riau dan Kepri

Pekanbaru, Detaksatu.com : Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof Brian Yuliarto, PhD melakukan kunjungan kerja ke Universitas Lancang Kuning (Unilak), didampingi oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam menegaskan komitmen negara terhadap pendidikan inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas.

Setibanya di kampus Unilak, Menteri Prof. Brian Yuliarto, PhD yang didampingi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr H Nopriadi,SKM, MKes, disambut hangat oleh Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji Prof Dr Irwan Effendi, Rektor Unilak Prof Dr Junaidi, para wakil rektor, dosen, serta para mahasiswa.

Dalam pemaparannya di hadapan sivitas akademika, Mendiktisaintek menegaskan bahwa sejak 1990-an negara telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjamin hak atas pendidikan dan perlindungan bagi semua anak bangsa, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas. “Kesetaraan pendidikan bagi penyandang disabilitas bukan pilihan, tapi kewajiban. Saya berterima kasih Universitas Lancang Kuning sudah menjadi salah satu contoh,” ujar Menteri Brian.

Acara diskusi berlangsung penuh makna, dibuka dengan penampilan seni budaya oleh mahasiswa Unilak penyandang disabilitas, termasuk tari persembahan, kesenian Randai Kuantan, serta nyanyian. Penampilan ini tak hanya menyentuh hati para hadirin, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat dan potensi mahasiswa disabilitas dalam berekspresi dan berkarya.

Isu inklusi menjadi topik utama dalam dialog antara Mendiktisaintek dan pimpinan perguruan tinggi, yang juga dihadiri langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa hingga kini baru 114 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD), padahal keberadaannya telah diamanatkan dalam regulasi nasional maupun konvensi internasional.

Menteri Brian juga mendorong mahasiswa disabilitas untuk tidak ragu mendaftar Beasiswa LPDP guna melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa pemerintah tengah membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan BUMN, termasuk pemberian surat rekomendasi kerja bagi mahasiswa disabilitas berprestasi serta peluang beasiswa luar negeri.

Kunjungan ini menjadi penguat semangat inklusi di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus bentuk nyata dari kehadiran negara dalam menjamin hak-hak semua warganya atas pendidikan yang setara dan bermartabat.

 

 

 

 

 

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *