Pekanbaru, Detaksatu.com : Pertandingan Badminton beregu pada ajang event Badminton IKTS (Ikatan Keluarga Selat Panjang dan Sekitarnya) CUP ke-15 tahun 2025 berakhir, Minggu malam (01/06/2025).
Partai Final yang berlangsung sengit di lapangan IKTS Badminton Club, Tim Singapura berhasil meraih juara pertama setelah berhasil membungkam Tim Korea. Sedangkan juara ketiga berhasil diraih Tim China dan juara ke empat diraih dari Tim Thailand.
Atas prestasi yang diraih tersebut, Tim Singapura yang dilakoni pebulutangkis, Akiong/Agus, Herizon/Calvin dan Achen/ Ahai berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp6 juta, serta medali dan raket untuk setiap pemain. Juara kedua dari Tim Korea yang diisi pemain berbakat David/Adi, Edi/Asun Gen dan Ahau Windi/Edi Guo berhak mendapat hadiah uang tunai, Rp4.800.000 serta medali dan raket.
Untuk Juara ketiga dan keempat masing-masing berhak mendapat hadiah uang tunai Rp3 juta dan Rp1,5 juta, medali dan raket. “Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum berhasil teruslah giat berlatih,” ujar Ketua Umum IKTS Pekanbaru, Tohan, SE, MM usai pemberian hadiah.
Dijelaskan Tohan, bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengakomodasi minat dan hobi bermain bulutangkis para anggota, sekaligus menjadi cikal bakal terbentuknya Persatuan Bulutangkis (PB) IKTS.
Tohan menekankan bahwa kegiatan pembinaan kader-kader pemain bulutangkis usia dini telah rutin diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Ia berharap, dengan adanya ajang dan pembinaan semacam ini, semangat muda-mudi untuk terus berlatih akan terangsang.
“Harapan kita, mereka kelak bisa mewakili IKTS ke ajang antar sesama organisasi masyarakat (ormas) maupun ke turnamen yang lebih luas dan besar,” ujarnya.
Saat ini, pembinaan masih fokus pada internal IKTS dan ajang persahabatan antar ormas. Namun, Tohan memiliki visi yang lebih besar.
“Kita memang ingin membentuk PB IKTS. Siapa tahu kita terus akan berkembang dan bisa menjadi bagian yang berkontribusi bagi Provinsi Riau ini,” tambahnya,
Wakil ketua bidang Olahraga IKTS, Martin Hans, menyebutkan bahwa partisipasi anggota saat ini sekitar 14 hingga 15 orang. Ia optimis bahwa jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan prestasi.
“Mungkin nanti kalau ada peningkatan secara prestasi, baru mungkin ke depannya kita akan bentuk satu PB IKTS yang terdaftar di PBSI,” jelas Martin,
Sosialisasi komunitas bulutangkis ini, menurut Martin, telah dilakukan sejak awal pembentukan. Dengan adanya dukungan penuh dari IKTS dan antusiasme para anggota, diharapkan komunitas ini tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga melahirkan bibit-bibit atlet bulutangkis unggul yang mampu mengharumkan nama IKTS dan Provinsi Riau di kancah nasional.







Komentar