Pekanbaru, Detaksatu.com : Dewan Pendidikan Provinsi Riau menggelar Anugrah Dewan Pendidikan 2025, turut hadir anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, Anggota DPD-RI Dr Abdul Hamid, Gubernur Riau yang diwakili Kadis Pendidikan Riau Erisman Yahya MH, Tokoh masyarakat Riau OK Nizamil, dan mantan Gubri H Saleh Djasit, yang bertempat di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau, Selasa (27/5/2025).
Anugerah kali ini dihelat dalam 7 kategori yaitu Ekskul Terbaik 2025, Pustaka Sekolah Terbaik, Kepsek Pilihan, Prestasi Siswa SLB Terbaik, Kepsek dan Guru Inovatif-Dedikatif, Prestasi Siswa SMA/SMK/MA Terbaik 2025, dan Penghargaan Seumur Hidup Tokoh Pendidikan Riau.
Dr Karmila Sari mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dewan Pendidikan Riau ini. “Ini menjadi salah satu cara untuk mendukung dan memajukan pendidikan di Riau. Anugerah ini akan menjadi semangat untuk terus memacu prestasi. Kami dari Komisi X DPR RI siap untuk berkolaborasi,” ujarya.
Karmila Sari juga menyampaikan program-program yang sedang dikaji secara nasional oleh Komisi X DPR-RI yang membidangi Pendidikan. “Memang banyak mitra kerja DPR-RI, tapi semuanya bermuara untuk memanjukan pendidikan nasional. Saya mengajak kita semua untuk terus mengukir prestasi. Saya berterima kasih kepada Dewan Pendidikan yang sudah menggelar anugerah ini,” tambahnya.
Ketua Dewan Pendidikan Riau Prof Dr Junaidi SS Mhum PhD mengatakan anugerah ini adalah bentuk apresiasi untuk satuan dan praktisi pendidikan.
“Para siswa, guru dan kepsek, tokoh pendidikan ini beprestasi secara nasional bahkan internasional. Dengan cara ini, Dewan Pendidikan ingin memberikan penghargaan buat mereka. Ternyata, para nomintaor dan penerima anugerah ini bukan hanya hanya di perkotaan saja, bahkan ada yang dari pelosok dan daerah perbatasan,” katanya.
Erisman Yahya mengatakan saat ini Pemprov Riau terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan. “Beberapa program kini sedang difokuskan, misalnya satu keluarga satu sarjana, peningkatan saran dan prasara pendidikan, dan program beasiswa. Walaupun dengan kondisi anggaran yang terbatas. Kita ingin meningkatkan IPM karena itu mencerminkan kualitas pendidikan suatu daerah,” ungkapnya.
Ketua Panpel Anugerah Riau 2025, Fithriady Syam menyebutkan kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak awal Januari 2025 lalu. Puncaknya memang diselenggarakan Mei 2025, sebab ada momentum Hardiknas dan Harkitnas. “Kita mengkaji masukan dan usulan dari Dinas Pendidikan Riau dan Kanwil Kemenag Riau tentang kriteria yang ditetapkan. Nama-nama siswa, guru, kepsek, tokoh pendidikan yang dianggap layak dan patut diberikan penghargaan. Selain itu, juga dilakukan penelusuran dari media masa dan sosial tentang aktifitas siswa, sekolah, guru dan tokoh Riau. Kita akomodir dari SMA/SMK/SLB dan Madrasah Aliyah,” katanya.
Dia juga menambahkan ivent ini didukung CSR perusahaan dan mitra Dewandik Riau. “Kami menyadari keterbatasan anggaran di Pemprov Riau. Kami tidak menggunakan dana APBD menggelar kegiatan ini, tapi murni dari dukungan para soonsorship untuk semua kriteria,” lanjut Fithriady Syam yang juga jurnalis senior di Riau ini.
Hadir Ketua Ombudsman Riau Bambang Pratama, Ketua ICMI Riau dr Burhanuddin Agung, Dinas Perpustakaan dan Arsip Riau Mimi Yuliani Nazir, Sekretaris Diknas Riau Arden Simeru, Forkom SMA/SMA Negeri Riau Kampriwoto, LAM Riau, Kemenag Riau, PGRI Riau, LPMP, BPG, KPID, Komisi Informasi, Balai Bahasa, SMSI Riau, PWI Riau, Satgas Pantas Riau, MKKS SMA/SMK/SLB se-Riau dan perwakilan OSIS SMA/SMK se-Pekanbaru.







Komentar