Pekanbaru, Detaksatu.com : Suasana penuh harapan mewarnai pagi di sekitar Mushola Baitul Mulk, Kelurahan Maharatu, Pekanbaru, tatkala satu per satu warga mulai berdatangan. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti program Active Case Finding (ACF), sebuah inisiatif pemeriksaan dini Tuberculosis (TBC) dan TBC Laten yang digagas oleh Puskesmas Simpang Tiga. Kehadiran Sertu Aditya dari Kodim 0301 PBR di antara warga berseragam loreng menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (27/04/2025) ini menjadi bukti nyata kepedulian berbagai pihak terhadap kesehatan masyarakat. Selain Sertu Aditya, turut hadir Kepala Puskesmas Simpang Tiga Sri Elfrida, S.Pi, Bhabinkamtibmas Maharatu Bripka Ramadhil Putra, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memberantas penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan di tengah masyarakat.
Sertu Aditya dengan sigap menyambut warga, menciptakan suasana akrab dan menghilangkan kesan kaku. Sembari berbincang santai, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai fondasi kekuatan masyarakat. “Menjaga kesehatan itu sama pentingnya dengan menjaga keamanan. Kita kuat kalau kita sehat,” ujarnya, menyuntikkan semangat kepada warga yang hadir. Program ACF ini memberikan kesempatan emas bagi warga untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, penyuluhan mendalam mengenai deteksi dini TBC, serta edukasi tentang pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka mengikuti serangkaian pemeriksaan dan penyuluhan yang diberikan oleh tim medis. Rahmat (48 tahun), seorang warga yang turut berpartisipasi, mengungkapkan rasa senangnya karena pemeriksaan kesehatan kini lebih dekat dan mudah diakses. Hal senada juga disampaikan oleh Siti (37 tahun), yang berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin demi meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfrida, menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan TBC memerlukan kerjasama yang solid dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tenaga medis, aparat keamanan, dan partisipasi aktif warga. Apresiasi terhadap keterlibatan aktif Babinsa di lapangan juga disampaikan oleh Danramil 02/Kota Mayor Arm Febrizal, yang menilai kehadiran Babinsa sebagai ujung tombak yang mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus berkontribusi signifikan dalam menjaga kesehatan dan ketahanan wilayah. Kegiatan ACF di Mushola Baitul Mulk ini bukan hanya tentang deteksi dini penyakit, namun juga tentang membangun kebersamaan dan kesadaran bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab kolektif.










Komentar