oleh

Desi Guswita: Evaluasi Kinerja Kasatpol PP Kuansing, Banyak Pekat Meresahkan

Kuansing, Detaksatu.com : Anggota DPRD Kuansing soroti kinerja satuan polisi pamong praja (Sat-Pol PP) Kuansing, pasalnya banyaknya ditemukan cafe-remang-remang dan panji pijat yang beroperasi di wilayah Kuansing.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Kuansing Desi Guswita, hasil turun lapangan dan pengaduan masyarakat ke DPRD Kuansing bahwasanya cafe remang-remang marak di Kuansing diantaranya Kecamatan Singingi dan beberapa wilayah di Kuansing.

“Dengan kondisi itu tentu lemahnya pengawasan dilakukan oleh Sat Pol PP Kuansing selaku penegak Perda terhadap penyakit masyarakat (Pekat),” Kata politisi PKB Kuansing Desi Guswita pada Media Kamis (13/03/25).

Desi mengatakan, pihak juga berjanji akan memanggil Sat Pol PP Kuansing guna menindaklanjuti pengaduan dan laporan masyarakat terkait masih banyaknya ditemukan Pekat yang sudah meresahkan warga Kuansing.

“Secepatnya kita akan hearing dan memanggil Sat Pol PP Kuansing untuk membahas Pekat yang sudah menjamur di Kuansing, karena ini perlu segera ditindaklanjuti segera mungkin dituntaskan”

Dengan kondisi itu, Ia meminta Bupati Kuansing Suhardiman Amby untuk mengevaluasi kinerja Kepala Satpol-PP, Dirinya menilai Satpol tidak mampu menuntaskan persoalan Pekat di Kuansing.

“Tentu kondisi ini menjadi penilaian oleh Bupati Kuansing terhadap kinerja Satpol PP dalam menegakkan Perda terkait Pekat dan jangan sampai adanya oknum Satpol PP menjadi penyedia tempat maupun membekinginya”

Ia juga menegaskan, jangan sampai masyarakat membuat keputusan sendiri terhadap aktivitas cafe remang-remang yang sudah meresahkan warga Kuansing. Selain itu Desi, tidak akan pernah gentar dengan oknum yang berani membekingi aktifitas cafe remang-remang marak di Kuansing.

Sebelumnya Desi bersama lurah Sungai Eka Putra Jering juga melakukan penggerebekan disalah satu ruko di depan Klinik Azzahra Kelurahan Sungai Jering Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah yang terindikasi tempat maksiat.

“Ruko tersebut terindikasi tempat maksiat dan pada saat itu kita bersama Lurah, masyarakat serta TNI melakukan penyegelan yang diduga dijadikan tempat maksiat dengan modus panti pijat.

Lap : Tina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *