Pekanbaru, Detaksatu.com : Musibah banjir melanda kawasan pemukiman warga di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, akibat luapan Sungai Sail. Babinsa Tanjung Rhu, Sertu M Isak, melaporkan bahwa sekitar 400 rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 1 meter. Banjir ini terjadi pada hari ini dan menyebabkan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Titik-titik terparah yang terdampak banjir antara lain Jalan Arafah, Jalan Barokah, Gang Amal, serta Jalan AMD 7 dan 8. Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut mencapai sekitar 1 meter. Selain Babinsa, aparat RT/RW dan warga setempat juga turut membantu proses evakuasi dan penanganan banjir. Sekitar 15 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke ruko kosong di Jalan Sumbersari Ujung.
Hingga saat ini, Kamis (06/03/2025), permukiman warga masih tergenang air dengan ketinggian antara 80 cm hingga 1 meter. Babinsa terus memantau kondisi pengungsi dan membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak di rumah mereka. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru telah memberikan bantuan berupa sembako kepada para korban banjir. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Danramil 04 Lima Puluh, Kapten Arh Bagus Dwi, menginstruksikan agar seluruh jajarannya turun langsung membantu warga yang terdampak banjir. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Warga saat ini membutuhkan tenda, dapur umum, dan perahu karet untuk membantu proses evakuasi dan penanganan banjir.
Pemerintah Kota Pekanbaru dan instansi terkait diharapkan segera mengambil tindakan cepat untuk membantu warga yang terdampak banjir. Bantuan logistik, medis, dan fasilitas pengungsian sangat dibutuhkan untuk meringankan beban warga. Upaya penanggulangan banjir jangka panjang juga perlu segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.









