oleh

Atasi Limbah PT Pertamina EP Lirik Field Melakukan PPM Dengan SMPN 1 Pengolahan Sampah Menjadi Ecobrick

INHU, DETAKSATU.COM – Ecobrick adalah salah satu contoh kreasi kerajinan yang terbuat dari limbah atau sampah plastik yang revolusioner dimana manfaatnya sangat besar bagi kehidupan manusia. Ecobrick menjadi salah satu solusi di tengah kebuntuan pengelolaan limbah plastik.

Seperti diketahui, sampah menjadi tantangan besar global, di mana dampaknya menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan.

Meskipun produksi dan pemakaian plastik telah dikurangi, limbah plastik tetap menjadi simbol buruk bagi kehidupan di Bumi.

Dari sinilah, ecobrick muncul dan memberikan angin segar dalam proses daur ulang sampah plastik.

Produk ini adalah langkah inovasi revolusioner yang dirancang untuk mengelola salah satu limbah yang sulit di urai seperti limbah plastik. Ucap Kepala Sekolah SMPN 1 Lirik, Lidya Eriani S Pd. Rabu (25/9/2024) Dalam sambutannya ketika menerima kedatangan rombongan Peserta Sosialisasi Anugrah Jurnalistik Pertamina (AJB) Tahun 2024 di SMPN 1 Lirik.

Lanjut Kepsek, Ide ini tercetus oleh Kepala Sekolah bekerjasama dengan Komite Sekolah dan Majelis Guru SMPN 1 Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu Provinsi Riau. Berawal banyaknya sampah plastik yang dihasilkan oleh Siswa siswi disekolah tersebut  salah satu pemecah kebuntuan berkat bantuan kerjasama dengan PT Pertamina EP Lirik Faeld untuk mengatasi jumlah limbah semakin meningkat pengelolaan sampah konvensional bisa dilakukan disekolah ini.

“Dari sinilah ecobrick muncul dan memberikan angin segar dalam proses daur ulang sampah plastik,” Jelasnya.

Sampah plastik (apapun yang berukuran kecil seperti bungkus plastik permen, deterjen, atau plastik yang bisa di potong), Sendok atau tongkat kecil, Pilah dan bersihkan sampah plastik yang berasal dari berbagai jenis. Cucilah sampah plastik tersebut dengan sabun dan jemur hingga kering.

Sediakan botol bekas air mineral yang telah di sediakan sebagai bahan dasar “bata” dalam pembuatan ekobrik. Pastikan bagian dalam botol kering sebelum diisi dengan sampah plastik.

Persiapkan tongkat yang panjangnya dua kali lipat panjang botol air mineral untuk memasukkan sampah plastik ke dalam botol.

Masukkan sampah plastik ke dalam botol bekas air mineral secara acak. Isi botol dengan sampah plastik hingga penuh.

Padatkan sampah plastik di dalam botol dengan sendok atau tongkat. Dorong semua sampah plastik agar tidak ada rongga udara yang tersisa di dalam botol.

“Timbang setiap ecobrick untuk memastikan beratnya mencapai standar, yaitu 200 gram per botol air mineral berukuran 600 ml,” Ujar Kepsek.

Selanjutnya Pjs Menejer PT Pertamina EP Lirik Faeld, M. Zuly Giansyah dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Majelis Guru SMPN 1 Lirik.

Diharapkan, ecobrick dapat menjadi upaya kreatif dalam memanfaatkan limbah plastik untuk menciptakan dampak positif pada lingkungan.

Idealnya memang menggunakan limbah sampah atau sisa-sisa plastik yang sulit di urai. Selain menjadi solusi pengelolaan limbah plastik, inovasi ini juga memberikan manfaat yang beragam, baik dari secara fungsional maupun ekonomis.

Dari segi fungsional, ecobrick sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai produk, termasuk furnitur dan bahkan material dalam konstruksi bangunan.

Meskipun sederhana, ecobrick mampu menjadi pengganti material bangunan konvensional seperti batu bata merah atau batako.

Sejalan dengan fungsinya, ecobrick juga memiliki nilai ekonomis. Ecobrick adalah material yang murah, sehingga mampu menghemat biaya produksi. “Bahkan, pengelolaan limbah satu ini dapat dibuat secara mandiri dengan mudah,” Jelas Pjs Menejer PT Pertamina Lirik. M. Zuly Giansyah.

Tempat terpisah Ketua PWI Inhu Kasmedi, kepada Detaksatu.Com mengatakan Program Pemberdayaan Masyarakat PT Pertamina EP Lirik dengan SMPN 1 Lirik bisa menjadi Inovasi serta Motivasi bagi perusahaan Swasta, BUMN dan BUMD yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu.

Menurut Kasmedi, PWI Inhu memberikan Apresiasi kepada Pertamina Lirik dan pihak Sekolah SMPN 1 Lirik, artinya apa yang sudah dilakukan mereka sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kedepan berharap Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ini tidak terhenti sampai di SMPN 1 Lirik tetapi disebarluaskan program yang berlian ini kesekolah yang lainnya yang ada di Inhu,” Harap Ketua PWI. (Fz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *