oleh

Terkait Kesepakatan PT Global Dengan Warga, Ini Penjelasan Ketua FPAN dan Ketua BPD Candirejo

INHU, DETAKSATU.COM – Puluhan Warga Desa Candirejo Kecamatan Pasirpenyu Kabupaten Indragiri Hulu, Lokasi TKP Demo dekat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jalan Alternatif (Elak) Batugajah- Sungai Karas, Senin (12/8) warga terpaksa menghentikan truk Odol angkut Batu Bara yang melintas di Jalan Alternatif Airmolek.

Pasalnya ratusan truk yang bermuatan Batubara tersebut distop warga dikarenakan tidak mau tau dengan kondisi rumah warga yang bermukim disepanjang jalan alternatif tersebut terkena debu dari lintasan setiap truk Odol apalagi setiap melewati jalan Elak selalu mereka kompoy dan tancap gas serta kanderpot juga diarahkan kebawah sehingga debunya terbang menyerang pemukiman warga.

Pantauan Awak media benar terjadi penghentian truck batu bara, karena warga tidak tahan dengan debu yang ditimbulkan lintasan Ratusan truck batu bara di daerah itu. “Sudah gak tahan kami makan debu gara gara truck batu bara ini,” Sebut Tulang Silitongah salah seorang warga.

Kondisi dilaporkan ada ratusan truck yang terhenti di jalan elak tidak dapat melintas karena dihadang warga. Terlihat aparat kepolisian sudah turun mengamankan lokasi.

Sesuai surat kesepakatan yang digelar di Kantor Desa Candirejo langsung dihadiri oleh Humas PT Global membuahkan beberapa kesepakatan yang ditandatangani oleh beberapa warga dan Humas Perusahaan disaksikan oleh Kepala Desa Candirejo.

Menurut Ketua FPAN, Arifuddin Akhalik Karena terhambat produksi perusahaan batubara sampai kepelabuhan diminta pengusaha batu bara mencari solusi. Jangan hanya pihak kepolisian saja yang disibukkan untuk pengamanan. “Karena bisa jadi penghentian angkutan batu bara ini bakal terjadi di Kecamatan lain yang dilintasi. Karena sudah terjadi di Kelayang, ini terjadi lagi di Pasir Penyu,” sebut Anggota DPRD dimasanya itu.

Politisi dan Aktivis Inhu itu kembali menyarankan agar tuntutan masyarakat dan mahasiswa serta FPAN segera ditindaklanjuti pemerintah agar pengusaha tambang batu bara membuat jalan operasional angkutan sendiri supaya tidak melintas di jalan umum.

Desakan ini dilakukan mengingat banyak warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan dengan truck batu bara. Ada juga rumah warga yang sering ditimpa angkutan batu bara serta kondisi jalan umum hancur dan berdebu.” Jadi kami harap pemerintah sudah saatnya Turun Gunung segera turun tangan mengatasi keresahan masyarakat ini,” ujarnya

Tempat terpisah Ketua BPD Candirejo Asriadi biasa dipanggil Adi Rental menambahkan silahkan warga yang berdampak dari korban debu disepanjang jalan lintasan truk batubara membuat kesepakatan, sekedar diketahui perjuangan masyarakat melalui FPAN sudah bulat meminta kepada Perusahaan Batubara membangun jalan sendiri untuk operasional truk odolnya.

Kedepan setelah memiliki jalan sendiri tidak ada lagi warga yang resah dengan lintasan truk ODOl yang angkutan batubara itu.” Silahkan kepada investor mengembangkan usahanya di daerah Inhu ini sepanjang ada kontribusinya ada didapat oleh warga Tempatan dimana lokasi operasionalnya,” pungkas Adi. (LAPORAN FAUZI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *