INHU, DETAKSATU – Warga masyarakat yang berdomisili khususnya di Kecamatan Batang Cenaku sudah lama mendambakan adanya peningkatan kontruksi jalan Umumnya berharap pembangunan berupa Rigit maupun aspal. Kondisi jalan Negara di Jalan Lintas Selatan (Jalinsel) itu kondisi jalan sudah tidak layak untuk dilalui oleh kendaraan kultur tanahnya masih berupa tanah kuning.
Terkait tidak ada dianggarkan pada TA 2024 oleh Pemerintah untuk meningkatkan pembangunan jalan Lintimsel itu masyarakat Kecamatan Batang Cenaku kecewa berat dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Anggota DPR RI dan Anggota DPRD yang tidak ada memperhatikan kondisi jalan tersebut untuk ditingkatkan pembangunannya agar masyarakat untuk menikmati jalan yang memadai seperti dijalan daerah yang lainnya.
Pantauan Awak Media memang benar kondisi Jalinsel (Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai) sangatlah memprihatinkan, terdapat sejumlah titik terparah dan sulit dilalui oleh Kendaraan yang mengangkut hasil produksi Ekonominya terutama hasil kelapa sawit tidak bisa dipasarkan kepabrik dan peron.
Bahkan karena kondisi jalan yang hancur lebur seperti kubangan kerbau tentunya menyebabkan antrian panjang dan tak jarang sejumlah kendaraan terjebak dan tumbang ditengah jalan.
Kepada Wartawan warga minta pihak terkait yang berkompeten untuk membuka mata hatinya lebar lebar berharap terutama PUPR Provinsi Riau Bidang Bina Marga untuk turun langsung ke lokasi.
Masyarakat menaruh harapan besar kepada para pemangku kebijakan untuk lebih memprioritaskan meningkatkan pembangunan kontruksi di jalan yang merupakan jalan utama dan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat.
Sepanjang Jalinsel jika musim penghujan tiba, aktivitas masyarakat, petani bahkan pelajar (anak sekolah) terganggu dan tak jarang mereka mandi lumpur karena ingin ke sekolah. Untuk itu, mohon keluhan kami ini direspon.
Sementara itu, anggota DPRD provinsi Riau komisi IV, Manahara Napitupulu dikonfirmasi kembali terkait kabar yang disampaikan olehnya, yang bersangkutan belum merespons.
Diberitakan sebelumnya, tepatnya, Rabu (31/1/2024), melalui sambungan selulernya, Politisi partai Demokrat ini menyebutkan, peningkatan struktur jalan kontruksi di ruas jalan Pangkalan Kasai -Lubuk Kandis (Jalinsel), Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Inhu, Riau tahun 2024 bakal dilanjutkan.
Menurut Napitupulu kala itu, besaran dana yang akan digelontorkan Pemprov Riau melalui Dinas PUPR dan Bina Marga ke ruas jalinsel sebesar+/- Rp 12 Milyar.
“Kemarin sudah kita sampaikan dan kita tekankan ke mereka (PUPR dan Bina Marga) jalan ini agar menjadi perhatian khusus, karena di ruas jalan ini rusak,” sebut Napitupulu.
Penekanan ke instansi terkait, kata dia, sebab anggaran di PUPR masih dapat digeser sesuai dengan real dilapangan. ” Sudah ketok palu, anggarannya melalui APBN tahun 2024, sehingga terakomodir sepanjang 1 kilo meter, berupa Rigit (beton),” terang Napitupulu lagi.
Terkait peningkatan struktur jalan kontruksi di ruas jalan Pangkalan Kasai -Lubuk Kandis, dipastikan olehnya akan tetep berlanjut. Akan tetapi, sebut dia, tidak harus reguler namun bisa juga spot spot alias tidak satu titik. ” Bisa melompat lompat sesuai kebutuhan dilapangan,” jelas Politisi Demokrat Riau itu.
Ketika Wartawan Konfirmasi terkait ditundanya anggaran pembangunan jalinsel yang ada di kecamatan Batang Cenaku, Kadis PUPR melalui Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan membenarkan tidak ada dianggarkan TA 2024 sementara peningkatan jalan kontruksi di Kabupaten Inhu ditahun ini hanya ada tiga lokasi yang akan dibangun oleh Dinas PUPR Provinsi melalui Bina Marga.
“Ruas jalan Cerenti – Airmolek, Jalan Airmolek – Japura dan Rengat – Kuala Cenaku yang akan kita bangun di tahun 2024 ini,” sebut Kadis PUPR Provinsi Riau melalui Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan (PPJJ), Brantas Hartono S ST M IP, Ahad (21/4/2024) melalui sambungan selulernya.
“Karena minimnya anggaran, sehingga di Kabupaten Inhu hanya ada tiga lokasi yang kita kerjakan di ruas jalan Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai tidak termasuk didalamnya,” beber Brantas Hartono. (Lap Editor)





