INHU, DETAKSATU.COM – Dilansir dari hasil konfirmasi awak media dengan Riski, Manager Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Inhu saat dikonfirmasi riauterkini.com, Rabu (24/1) mengatakan, untuk distribusi pasokan LPG ke SPPBE Inhu untuk hari ini sudah normal. Bahkan untuk pasokan mendapat tambahan tiga mobil.
“Hari ini normal Alhamdulillah, besok semoga dari Teluk Kabung datang empat mobil dan kalau lolos dari Kerinci dua mobil, kami dah bergerak 11 mobil, tambahan tiga mobil dari group Awal Bros,” jelasnya
Menyikapi pasokan Gas Melon sudah mulai normal, Dewan Pimpinan Kabupaten Organisasi Masyarakat Pancasila Indonesia (DPK MPI) Inhu minta kepada Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hulu segera mengevaluasi pasokan LPG Khususnya Gas 3 Kg yang sangat dibutuhkan warga terutama ibu rumah tangga.
Terhadap pasokan LPG 3 Kg dari hasil Investigasi Tim DPK MPI Inhu dalam beberapa bulan terakhir ini banyak ditemukan kejanggalan mulai dari pasokan akibat kurangnya stok pemasaran dari Pangkalan yang ada di Desa/Kelurahan, walaupun ada stok harganya tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah sangat melambung hingga Rp 50-60 Ribu.
Informasi yang ditemukan MPI Inhu dalam waktu dekat ini ibu ibu Mak Mak dibeberapa Desa/Kelurahan mengancam akan melakukan aksi stop truk pendistribusian Gas LPG 3 Kg yang melintas dijalan.
Sebelum terjadi konflik berkepanjangan dimasyarakat, Solusinya, MPI berharap Pemkab melalui Disperindag Inhu segera turun gunung melakukan Infeksi Mendadak (Sidak) kepangkalan LPG setempat untuk melakukan pemantauan distribusi dari agen, pangkalan hingga ditengah warga.
Untuk mengetahui, dimana tersendat nya pasokan LPG 3 Kg hingga sulit didapatkan warga, sementara informasinya pendistribusian pasokan ke SPPBE Inhu sudah mulai normal.
“Untuk melakukan pemantauan langsung di tengah warga guna mengetahui dimana terdendat nya pasokan LPG, Disperindag Inhu, Tim ini akan mencari penyebab dimana tersendat nya distribusi LPG tersebut hingga sulit didapatkan,” ujar Ketua DPC MPI Kecamatan Pasirpenyu, Hary Supiyarman. di Jalan Elak Batugajah. Kamis (25/1).
Selanjutnya terkait dibentuknya Tim untuk mengawasi pemasaran LPG 3 Kg oleh Sekda Inhu Bidang Ekonomi dengan Satpol PP, apabila masih ditemukan adanya dugaan penyimpangan terhadap pendistribusian dan tidak mengacu dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah, MPI memberikan apresiasi supaya ditindak tegas sesuai aturan hukum, agar ada efek jera terhadap oknum di Pangkalan pemasaran LPG.
“Diakhir statement, Ketua MPI Pasirpenyu itu berharap peran serta masyarakat juga diharapkan untuk menginformasikan bila menemukan adanya dugaan penyimpangan distribusi dan penetapan harga yang tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.( LAPORAN EDITOR)







Komentar