Pekanbaru, Detaksatu : Spekulasi siapa yang akan menduduki kursi Pj Gubernur Riau mulai hangat diperbincangkan di ruang publik.
Seperti diketahui, Syamsuar – Edy Afrizal Natar Nasution akan mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada akhir Desember 2023. Untuk mengisi kekosongan Presiden Jokowi akan menunjuk Pj Gubernur hingga perhelatan Pileg Februari 2024 dan Pilkada /Pilpres serentak 2024 usai.
Tiga nama disebut-sebut berpeluang diusulkan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Riau yakni Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau SF Hariyanto, Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Dr Hj Sri Indarti, serta Erwin Dimas selaku Staf Ahli di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
Menyikapi tiga nama tersebut, tokoh masyarakat Riau Fauzi Kadir menilai sosok Pj Gubri nantinya harus orang yang benar-benar punya rekam jejak pengalaman dan kepemimpinan yang kuat.
“Kalau saya berpendapat apalagi jabatan Pj Gubri cukup lama, itu harus orang lokal yang punya jejak rekam yang kuat dalam memimpin. Terpenting lagi memahami Riau secara menyeluruh,” kata Fauzi, Rabu (6/9/23) dicuplik dari RiauTerkini.Com.
Apalagi jabatan Pj Gubri yang akan diemban nantinya terbilang waktu yang tak singkat, satu tahun lebih. Dibutuhkan sosok yang benar-benar memahami Riau secara utuh. Tidak hanya melihat secara aspek politis. Tetapi juga ada kepentingan pembangunan berkelanjutan yang harus tetap berjalan.
Fauzi Kadir melihat SF Hariyanto, kelahiran Pekanbaru 30 April 1965 lalu itu punya rekam jejak pengalaman dan kepemimpinan yang tak bisa ditepikan. Tidak hanya ditingkat lokal, bahkan pernah menduduki dua jabatan penting di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yakni Inspektur Wilayah II di Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR. Kemudian diberi amanah lagi sebagai Inspektur VI Bidang Investigasi Kementerian PUPR.
“Itu menandakan SF Hariyanto memang punya kemampuan, tak perlu diragukan lagi,” ujar Fauzi.
Pengalaman di pusat tersebut bisa menjadi bekal untuk membenahi Riau khususnya ketika SF Hariyanto diberi amanah sebagai Pj Gubri nantinya. Tidak banyak melihat orang Riau yang bisa berkiprah di tataran nasional, apalagi dengan jabatan penting. Berbekal dengan pengalaman itu diharapkan dapat menjadi jembatan berbagai kepentingan Riau di pusat.
“Tidak gampang meraup anggaran dari pusat. Tidak sekedar seremonial tapi bagaimana aksi nyata, saya kira itu,” ujar Fauzi.
Ditingkat lokal SF Harianto juga sudah wara wiri dengan sejumlah jabatan. Seperti Kadis Pekerjaan Umum (PU), Staf Ahli, Kepala Badan Pendapatan Belanja Daerah (Bapenda) Riau.
Menyinggung soal kritikan yang acap dialamatkan kepadanya, menurut Fauzi lagi kritikan sangat diperlukan sebagai cambuk untuk lebih baik. Terlebih jika kritikan bersifat konstruktif, bukan pada ranah pribadi.
Ada pun nada-nada penolakan terkait Pj Gubri yang juga dialamatkan untuk SF Hariyanto, masyarakat pun harus dapat memilah dengan bijak.
“Perbedaan itu biasa, justru jadi harus jadi cambuk. Kritikan anggap saja obat yang akan menguatkan kita. Orang-orang besar itukan tetap besar karena kritikan. Tapi kalau tak ada kritikan itu juga tak baik juga,” ujar Fauzi.
Lebih lanjut, Fauzi mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan melihat Riau maju. Tidak ada yang sempurna, jangan habiskan waktu, rakyat dalam keadaan susah semua. Mari kita mulai sesuatu yang produktif,” papar Fauzi.
Lap : Tim











Komentar