INHU, DETAKSATU.COM – Tinggal hitungan hari, umat Islam akan memasuki tahun baru 1445 Hijriah. Dimulainya tanggal 1 Muharram bersamaan dengan jatuhnya 1 Suro sebagai permulaan dalam kalender Jawa-Islam.
Beberapa kaum muslim di Indonesia biasanya turut merayakan tahun baru Islam sekaligus awal bulan Suro secara meriah, seperti dengan mengadakan doa bersama, kegiatan sosial donor darah, tabligh akbar, pawai obor, maupun kirab tradisi.
Seperti yang dilakukan PKJ Kembang Setaman Kecamatan Pasirpenyu untuk memeriahkan Peringatan Malam Tahun Baru Islam, 1445 H, Paguyuban Keluarga Jawa (PKJ) Kembang Setaman Kecamatan Pasirpenyu di Pasar Srigading Airmolek Kec Pasirpenyu Kab Inhu, Selasa (18 Juli 2023) melaksanakan kegiatan Pertunjukan gelar kesenian Wayang Semalam Suntuk.
Pantauan Awak Media Hadir dalam kegiatan menyambut malam Satu Suro itu sebelum digelar kesenian wayang malam harinya, dari pagi digelar kegiatan bakti sosial donor darah dan pemeriksaan kesehatan kepada warga masyarakat.
Berkaitan dengan kegiatan Donor Darah tersebut PKJ bekerjasama dengan RS Awal Bros Pekanbaru dan PMI Inhu.
Menurut Ketua Panitia kegiatan Donor darah di Pasar Srigading Airmolek cukup tinggi antusias masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, cek kesehatan kali ini yang sudah mendaftar, setelah dilakukan cek kesehatan seperti Gula Darah, Kolesterol dan Tensi.
“Karena berbagai alasan banyak yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan hampir setengah gagal, ditolak untuk didonorkan darahnya seperti tekanan darah, HB, atau memiliki sakit tertentu, Ujar Ketua Pelaksana Pergelaran Wayang Andika Arsyadi SE.
Dijelaskan Andika, bahwa pendonor yang mendonorkan darahnya itu pasti akan mendapatkan menfaat bagi dirinya sendiri dan sesama yang membutuhkan.
Selanjutnya kepada orang yang mendonorkan darahnya pasti lebih menjadi lebih sehat. Saat seseorang mendonorkan darahnya, yang diambil adalah cairan darahnya, sel-sel darah, sel imun, dll dan ini menjadi sistem detak tubuh, jadi kalau detak itu kaya dibersihkan.
“Tubuh juga seperti diberikan stress mendadak, dan terjadi mekanisme responnya perbaikan sel yang lebih baik kemudian akan menjadi awet muda tentunya,” beber ketua.
Selanjutnya Administrator, CDO – Humas PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) diwakili Kepala Klinik Kebun, dr Ade Ferdian yang turut berpartisipasi mendampingi kegiatan Donor darah.
Dr Ade katakan PT TPP untuk memeriahkan malam 1 Suro itu pada tahun 1445 H mengirimkan karyawan dan karyawati sebanyak 20 orang menjadi pendonor, kehadiran karyawan semata untuk menjadi pendonor agar membuat mereka sebagai karyawan terasa lebih sehat dan badan terasa lebih ringan.
Kedepan kegiatan sosial yang baik itu dapat diteruskan dan ditingkatkan baik kualitasnya maupun kuantitasnya. “Sosialisasi kegiatan harus lebih dimasifkan agar banyak pendonor yang hadir untuk mendonorkan darahnya sehingga target banyaknya kantong darah dapat meningkat,” harap dr Ade.
Tempat terpisah pendapat serupa dikatakan juga oleh pendonor Askariadi, menurutnya menjadi pendonor darah itu selain badan lebih sehat juga kita bisa bermanfaat untuk orang lain terutama yang membutuhkan darah yang kita donorkan.
“Yang memotivasi saya mendonorkan darah ini karena memang saya ingin membantu orang yang lain, mana tahu ada saudara kita yang membutuhkan darah itu bisa kita berikan dan kita juga tidak tau kapan waktu kita membutuhkan,” singkat Askariadi. (LAPORAN FAUZI)





