oleh

Lokasi Stock Pole Batu Bara Dijalan Elak Yang disorot Warga Candirejo Hanya Untuk Transit Muatan Dari Truck Tronton Ke Coldiesel

INHU, DETAKSATU.COM – Kegiatan pertambangan batubara merupakan kegiatan jangka panjang, melibatkan teknologi tinggi dan padat modal.

Selain itu, karakteristik mendasar industri pertambangan batubara adalah membuka lahan dan mengubah bentang alam sehingga mempunyai potensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat.

Dampak sosial dari pertambangan batubara diantaranya adalah adanya konflik yang terjadi antara masyarakat dengan Perusahaan, menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, terjadinya Perubahan pola pikir masyarakat dan terjadinya Perubahan struktur sosial di masyarakat.

Adapun keberadaan kegiatan pertambangan batubara mampu menjadi pionir roda ekonomi, mendorong pengembangan wilayah, memberikan manfaat ekonomi regional dan nasional, memberikan peluang usaha pendukung, memberikan kesempatan kerja dan meningkatan ilmu pengetahuan dengan transfer teknologi masyarakat sekitarnya.

Terkait dibukanya Lokasi Transit angkutan Batu Bara (Stockpole) oleh PT WSP dan PT BBS, dijalan Elak Air Molek Kec Pasir Penyu Kab Inhu ada penolakan dari Masyarakat di Dusun IV Desa Candirejo.

Dengan akan diadakannya tempat penampungan Batu Bara (stock pile) oleh PT.Bumi Berdikari Sentosa di Dusun IV Desa Candirejo Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) perlu ditinjau ulang kembali sebelum tempat penampungan tersebut dioperasikan.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi Detaksatu.com, melalui Kordinator Lapangan PT BBS, Selasa (24/01/2023) Hary Supiyarman biasa disapa Iyar Lodong mengatakan saat ini dilokasi yang dikuatirkan warga Candirejo itu, belum ada kegiatan aktivitas operasional, hanya kegiatan kami disini hanya menimbang setiap truck yang melintas di jalan elak ditimbangan Feron milik Monigor Tulus (Iggon).

Lanjut Iyar, rencana lokasi untuk Full parkir Truck berlokasi di Desa Candirejo dan untuk Bongkar transit batubara lokasinya berada diKelurahan Air Molek 1, oleh karena itu Iyar minta warga Candirejo tak usah terlalu jauh untuk memprotes operasional yang dilakukan oleh PT BBS tak perlu
digadang gadangkan oleh masyarakat Desa Candirejo. Lokasinya juga berada diKelurahan Airmolek 1.

Masih ulas Kordinator Lapangan selama Administrasi PT BBS di Jalan Elak dengan adanya aktivitas transit batu bara didaerah ini dari awal sudah dipertimbangkan oleh perusahaan diutamakan tenaga kerjanya untuk masyarakat yang berada di Reng 1 lokasi stock pile.

Saat ini walaupun belum ada kegiatan bongkar muat sudah ada sekira 30 orang yang sudah disetujui oleh perusahaan yang bekerja warga tempatan (Lokal) tersebut diantaranya tenaga kerja dari Desa Candirejo, Tanah Merah, Batugajah dan desa lainnya.

Sambung Iyar Lodong lagi, ketua RT 002, Kades Candirejo dan Kecamatan sudah membuat rekomendasi terhadap perizinannya selama proses surat menyurat sudah diterbitkan oleh pihak terkait itu pertanda operasi transit bisa berjalan sesuai protap yang diberikan oleh Pemerintahan setempat.

β€œHal ini untuk mengkaji dampak nya, karena penempatan ini tentu dalam waktu yang lama bahkan selamanya selagi produksi batubara itu berjalan terus,” terangnya.

Sebut Iyar Lodong baru dibuka stock Pile masyarakat banyak serta dirinya sangat setuju adanya investor yang masuk ke Inhu, selama ini kita juga merasakan dampak dari banyaknya mobilitas batubara dengan angkutan berat yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan banyak yang rusak, untuk mengatasi kerusakan jalan maka pihak perusahaan akan mengurangi muatannya dari Truck Odol dengan truck Coltdiesel transitnya dilakukan di jalan elak airmolek.

Kemudian lanjut Korlap yang yang juga Ketua DPC MPI Pasir Penyu, apalagi kades Candirejo dan Lurah Airmolek 1 sudah membuat surat rekomendasi kepada pihak perusahaan untuk izinnya sudah sesuai persyaratan dan ketentuan yang ada, jika pihak pemerintah memberikan izin lokasi tentu sudah melalui kajian yang matang dan benar.”Juga keputusan tersebut yang terbaik buat kita semua,” tutup Supiyarman.

Menurut data pertambangan batubara dikec Peranap – Inhu sudah beroperasi sebanyak 8 perusahaan yang sudah mendapat izin dari Pemerintah setempat. diantaranya : Menurut data Apindo Inhu tahun 2022 pelaku usaha pertambangan batubara di Inhu Peranap tercatat PT Samantaka Batubara (SBB), PT Era Perkasa Meaning (EPM), PT Pertambangan Investasi Riau (PIR), PT Edco, PT Datama, PT Anugerah Riau, PT IBE dan PT Bukit Asam (BA). (LAPORAN EDITOR)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru