oleh

Molor Hingga 2 Jam, Pengesahan APBD Pemko Medan Hanya Disaksikan 8 Anggota DPRD Medan

Medan, Detaksatu : Molornya agenda paripurna penandatanganan persetujuan bersama DPRD Kota Medan dengan Kepala Daerah tentang APBD tahun anggaran 2023 hingga dua jam, Selasa (22/11) menjadi alasan Anggota DPRD Kota Medan “enggan” mengikuti acara paripurna hingga selesai.

Padahal dari jadwal Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Medan untuk kegiatan DPRD Kota Medan pada November 2022, paripurna agenda penyampaian laporan hasil pembahasan R APBD, pendapat fraksi-fraksi dan penandatanganan persetujuan DPRD Kota Medan dengan Kepala Daerah atas Ranperda APBD tahun anggaran 2023, pada Selasa (23/11) dimulai pukul 10.00 wib. Namun ternyata jadwal tersebut batu terlaksana pukul 11.45 wib setelah kehadiran Wali Kota Medan, Muhamad Bobby Nasution dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan Aulia Rachman.

Dalam pantauan wartawan,, kehadiran Anggota DPRD Kota Medan saat pembukaan paripurna tersebut telah mencukupi kourum sehingga paripurna terus dilakukan dengan sebelumnya mendengarkan laporan Badan Anggaran (Banggar) dari Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah dan dilanjutkan pendapat fraksi-fraksi.

Namun, saat masing masing perwakilan Fraksi DPRD membacakan dan menyampaikan pendapat akhirnya, tampak, sejumlah anggota dewan keluar dari ruang rapat dan tidak kembali lagi.

Bahkan Ketua DPRD Medan, Hasyim SE hendak mengetok palu pengesahan APBD Pemko Medan TA 2023 Sebesar Rp 7,86 Triliun lebih hanya disaksikan 8 orang anggota DPRD Medan ditambah 3 orang pimpinan dewan.

Sebelumnya, Hasyim SE mempertanyakan apakah Ranperda APBD TA 2023 dapat disetujui menjadi Perda?, Tapi tidak ada yang menjawab.

“Loh, kenapa tidak ada yang jawab,” sebut Hasyim dengan nada bertanya.

Kemudian Hasiym mengulangi pertanyaan yang sama, “Apakah kita dapat menyetujui Ranperda APBD TA 2023 dapat menjadi Perda?. Lalu, terdengar pelan suara “setuju” dari arah posisi tempat duduk OPD.

Kemudian barulah Hasyim mengetuk palu 3 kali pertanda APBD Pemko Medan Tahun 2023 sebesar Rp 7,86 Trilun lebih disahkan.

Begitu juga, saat penandatangan surat keputusan, hingga Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution menyampaikan pidatonya, anggota dewan tetap berjumlah yang sama dari 49 Anggota DPRD Medan.

Kepada Waspada, anggota DPRD Kota Medan fraksi PKS, Irwansyah, mengakui meninggalkan acara paripurna saat memasuki shalat Zuhur. Kemudian tidak kembali lagi ke ruang rapat karena ada agenda di luar gedung DPRD Kota Medan.

“Saya hadir dari pukul 10.00 wib tapi baru dimulai pukul 11.45 wib menunggu kehadiran Walikota. Saat zuhur saya keluar karena sudah kelamaan menunggu. Selalu saja paripurna itu tidak pernah tepat waktu hingga molor berjam-jam,” ucapnya.

Senada dikatakan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Gerindra, Haris Kelana Damanik. Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota ini, selama dua tahun menjadi wakil rakyat selalu datang ke rapat paripurna tepat waktu.

“Tapi kalau paripurna yang agendanya dihadiri Walikota selalu saja molor. Saya hadir mulai jam 9 pagi, tapi baru dimulai pukul 12,” katanya.

Masih dikatakan Haris, setelah memasuki Shalat Zuhur ia keluar dari ruang rapat paripurna dan langsung pulang ke rumah persiapan perjalanan dinas kunjungan kerja ke Aceh Tamiang.

“Perjalanan dinas itu jam 2 siang, jadi saya harus keburu pulang untuk persiapan. Tidak punya waktu lagi kalau ikut Paripurna sampai selesai. Begitu juga dengan kawan-kawan dewan lainnya. Tapi kalau saja rapat paripurna dimulai tepat waktu, maka paling lama jam 1 siang sudah selesai,” tuturnya yang mengeluhkan rapat paripurna selalu tidak pernah tepat waktu.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru