oleh

Eka Hospital Pekanbaru Gelar Talkshow Diabetes, Cegah Luka Pada Kaki

Pekanbaru, Detaksatu : Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru menggelar Talkshow Diabetes dengan menghadirkan Chairman of Diabetes Connection Care Eka Hospital Grup, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE.

Talkshow Diabetes membahas mengenai pencegahan luka kaki pada diabetesi juga menghadirkan pembicara dua narasumber Konsultan Endokrinologist Eka Hospital Pekanbaru yaitu DR. Dr Jazil Karimi, SpPD, KEMD, FINASIM dan Dr. Ramzi Asrial, SpBTKV, Dokter Spesialis Bedah Vaskular.

Prof. Sidartawan kembali mengenalkan Diabetes Connection Care (DCC) juga mengedukasi bahwa kaki diabetes merupakan salah satu jenis komplikasi diabetes. Penanganan kaki diabetes menjadi hal penting untuk disoroti karena banyak pasien datang terlambat untuk berobat.

Hal itu berujung pada kaki yang terpaksa diamputasi. Kebanyakan pasien baru datang ke rumah sakit saat sudah mengalami kaki diabetes. “Padahal luka pada kaki diabetes perlu penanganan khusus untuk mencegah risiko kecacatan akibat komplikasi memburuk,” ujar Prof. Sidartawan, Kamis, (6/10/2022).

Hal senada dikatakan, Konsultan Endokrinologist Eka Hospital Pekanbaru, DR. Dr Jazil Karimi, SpPD, KEMD, FINASIM mengatakan, salah satu faktor terbesar kaki diabetes adalah gula darah yang tidak terkontrol.

Faktor lainnya adalah pembuluh darah arteri yang sering terjadi pada pasien diabetes atau biasanya disebut penyakit pembuluh darah tepi. Kondisi ini disebabkan adanya kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes menahun yang tidak terkontrol sehingga terjadi kekurangan pasokan darah atau tidak ada pasokan darah sampai ke ujung kaki

Deteksi dini bisa menjadi salah satu langkah pencegahan agar amputasi kaki diabetes dapat dicegah. Begitu mendapati luka, pasien diabetes dianjurkan segera memeriksakannya ke dokter.

“Kalau pasien diabetes kaki ada bengkak, merah, ada luka, atau menghitam harus segera ke dokter. Karena kalau sudah sampai rumah sakit sudah hitam, biasanya tidak bisa diselamatkan lagi. Jika sudah menghitam artinya jaringannya sudah mati, tidak ada lagi aliran darah ke kaki,” ungkap dokter Jazil.

Sementara itu, Direktur Regional Eka Hospital Pekanbaru, dr. Elizabeth menambahkan, selain talkshow, acara ini juga sekaligus meresmikan pembukaan klinik kaki dan edukasi diabetes di DCC Eka Hospital Pekanbaru.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan perawatan yang tepat pada kaki diabetes dengan tim dokter dari DCC yang kami miliki di Pekanbaru. Eka Hospital berharap dapat membantu lebih banyak lagi pasien dengan masalah diabetes, mendapatkan penanganan dan tidakan secara komprehensif hingga melakukan perawatan secara berkala,” katanya.

Ia menjelaskan, Diabetes Connection Care Eka Hospital memiliki tim dokter spesialis multidisiplin yang bekerjasama dengan tim dokter spesialis endokrin dibawah asuhan Prof. Sidartawan guna menangani berbagai masalah yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes, salah satunya luka kaki diabetes. Tim dokter DCC bersama dokter spesialis bedah vaskular akan merawat luka tersebut untuk mencegah terjadinya amputasi tungkai kaki.

“Saat ini layanan diabetes sudah bisa dilakukan di seluruh cabang Eka Hospital Grup. Melalui kehadiran pusat layanan DCC, Eka Hospital menjadi rumah sakit swasta pertama yang memiliki pusat layanan terintegrasi untuk diabetes melitus,” pungkas dr. Elizabeth.

Editor : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru