INHU, DETAKSATU.COM – Surat Tim Perumus pembangunan jalan Alternatif Khusus Truc Odol Angkutan Batubara dan lainnya sudah disampaikan kepada Gubernur Riau sudah 3 bulan yang lalu dan tembusannya kepada Bupati Inhu, Kadis PUPR Provinsi Riau, Ketua DPRD Riau, Ketua Bappeda Provinsi Riau dan Kadishub Riau.
Yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang tergabung dengan Tim perumus sampai berita ini terbit belum ada titik terang dari Pemerintah provinsi untuk menanggapi surat tersebut.
Pada intinya isi surat yang dikirim dengan gubernur itu sudah 3 bulan lamanya belum ada jawaban dari pihak terkait, isi surat tersebut adalah usulan yang telah disepakati oleh perwakilan tokoh masyarakat perwakilan dari kecamatan se Kab Inhu, dari hasil diskusi membuahkan kesepakatan minta kepada Pemerintah Provinsi Riau melakukan beberapa hal diantaranya :
1. Minta Pengusaha Tambang Batubara membuat jalan Alternatif untuk transportasi batubara sampai kepelabuhan dan tidak memakai jalan provinsi.
Minta Kepada Perusahaan Tambang mengurangi berat Tonase angkutannya, supaya jalan provinsi tidak rusak.
3. Minta kepada perusahaan tambang sambil menunggu proses jalan alternatif rampung mengeluarkan dan CSR digunakan untuk pembangunan jalan beton (Rigid) terhadap jalan yang sudah dilewatinya.
Minta kepada Perusahaan menggeluarkan dari hasil produksinya tambang batubara sebesar 20% untuk Pembangunan Desa.
Selanjutnya Salah seorang Tim Perumus Perancang Pembentukan jalan Alternatif untuk Transportasi batubara, Asun alias Mastur mengatakan
dengan dilaksanakannya Diskusi Publik tersebut, diharapkan melahirkan beberapa rekomendasi terkait dengan upaya untuk pembukaan jalur transportasi alternatif dari Tambang Kec Peranap PT Samantaka sampai Lokasi PT Kurnia Subur Kec Kuala Cinaku.
Maraknya aspirasi masyarakat selama ini dan keresahan hingga berujung penyetopan oleh warga, meminta agar angkutan batubara itu buat jalan sendiri. Jangan jalan umum yang dipakai. Kita sudah melakukan survey dan kesimpulannya, pihak perusahaan tambang batubara buat jalan sendiri,” kata Asun kepada wartawan.
Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD Riau Mardianto Manan, di Rumah Makan SBY Airmolek kepada Wartawan Detaksatu.Com, Kamis (9/11/2023) mengatakan sangat menyayangkan kenapa surat aspirasi pemikiran positif dari masyarakat sepertinya dia abaikan oleh pemerintah.
Sebagai Wakil Rakyat yang juga dari Daerah Pemilihan (Dapil Inhu – Kuansing) harus ikut bertanggung jawab komitmen untuk menindaklanjuti surat yang telah disampaikan masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti dan meminta keseriusan Gubernur Riau terkait masalah angkutan batubara.
Disatu sisi kalau surat yang ditujukan kepada gubernur tersebut diendapkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang rusak kan bukan oknumnya tapi otomatis pak gubernur apalagi sudah 3 bulan lamanya tidak ada jawabannya.
“Kalau nanti terbukti surat tersebut diendapkan oleh oknum pejabat, saya dengan tegas minta kepada pak gubernur untuk memberikan sanksi berat kalau perlu dipecat,” ujar Mardianto Legislator Kelahiran Kuansing itu.
Selanjutnya didepan beberapa Tim perumus sambil menikmati makan siang mardianto manan langsung menghubungi Kadis PUPR Riau dan Biro Umum Kantor Gubernur Riau untuk konfirmasi dimana terganjalnya surat yang dikirim Tim perumus solusi angkutan batubara itu.
Alhamdulillah penelusuran tidak lanjut dari Kadis PUPR dan Biro Umum Gubri merespon langsung melalui pembicaraan lewat Via Telpon mereka minta kepada Mardianto Manan agar mengirim nomor surat yang sudah dikirim oleh tim perumus kepada gubernur supaya segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk menjawab surat yang sudah masuk tersebut.
Diakhir komentar Politisi Partai PAN itu didepan Awak Media minta dipublikasikan hal tersebut kepada Media. Dia berjanji kepada Tim Perumus pembangunan jalan Alternatif Untuk Truck Odol yang melintas dijalan provinsi Peranap Kuala Cenaku demi untuk keselamatan serta keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tersebut setelah kembali kepekanbaru setelah usai gelar reses ini saya akan memprioritaskan aspirasi tersebut kalau perlu akan langsung bertemu dengan pak Gubri.
“Mudah mudahan pihak terkait segera menanggapi surat dari masyarakat dan tim perumus, kalau ada perkembangannya besok segera disampaikan kepada tim perumus apa hasilnya tolong bersabar tetap saya fokus untuk memfasilitasi aspirasi tersebut tentunya keputusan tetap diserahkan kepada Pihak Eksekutif (Gubri – Red),” tegas Pak Dewan. (LAPORAN FAUZI)
”







Komentar