INHU, DETAKSATU.COM – Teritorial Wilayah Desa Pasirringgit dibelah oleh Batang Kuantan Sungai Indragiri, Masyarakat Pasirringgit kalau mau berbelanja kepasar dan membawa hasil pertaniannya terpaksa memutar lewat Jembatan Desa Japura.
Sampan penyeberangan setelah dibuka jalan lintas timur adalah satu satunya alat transportasi warga.
Selama ini kami kalau mau bersilaturrahmi berkunjung keseberang pusat pemerintahan Desa Pasirringgit menunggu kedatangan sampan kalau hari panas dan hujan dinikmati aja dan pasrah tidak bisa berbuat apa apa.
Sekarang Alhamdulillah sudah ada tempat menunggu berteduh di Dermaga Mini dan tidak kenak panas dan hujan. Ujar Tokoh Masyarakat Pasirringgit Tholib Ali kepada Detaksatu.com, Rabu (16/11/2022).
Selanjutnya. “Warga mengucapkan terimakasih kepada Pak Dewan yang telah menyalurkan dana aspirasinya membangun Dermaga di Penyeberangan tersebut,” Ujar Tholib.
Tempat terpisah Ketua Fraksi PKS Inhu yang juga Ketua DPD PKS Inhu, M Syafaat ketika ditemui di Air Molek, membenarkan bahwa pembangunan Dermaga Mini itu Dana dari Aspirasi.
Lanjut M Syafaat, Alhamdulillah, perlahan dan sedikit demi sedikit, berusaha menghadirkan pembangunan untuk masyarakat pinggir sungai. Yakni Dusun 3 Kubu, Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik.
Berkat kolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Inhu, dermaga mini ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Terima kasih juga untuk dukungan masyarakat Desa Pasir Ringgit.
Meski namanya mini, dermaga ini punya ruang yang cukup luas dan lega untuk sekadar menjadi ruang tunggu. Tempat warga duduk santai menjelang perahu penyeberangan merapat di dermaga. Aman dari panas dan hujan.
Sebagai orang yang tumbuh besar di pinggir sungai, tentu paham bagaimana psikologi masyarakat tepian sungai. Mereka punya segudang harapan soal pembangunan. Salah satunya, ya, infrastruktur penyeberangan ini.
Masyarakat butuh infrastruktur penyeberangan yang layak dan nyaman. Yang memudahkan mobilitas. Selama ini jarang dermaga tradisional yang memiliki ruang tunggu yang nyaman. Akses jalan menuju perahu penyeberangan pun biasanya setapak, tanah, dan curam. Kasihan para ibu yang ingin menyeberang.
Semoga dermaga mini ini menjadi ladang amal dan semakin mengokohkan upaya kolaborasi untuk Inhu yang lebih baik. (LAPORAN FAUZI)







Komentar