Pekanbaru, detaksatu : Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil Pertamina Patra Niaga untuk membahas antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang sempat terjadi di Kota Pekanbaru.
Pertemuan yang digelar Kamis (7/5/2026) tersebut membahas sejumlah faktor yang menyebabkan antrean kendaraan, mulai dari panic buying akibat hoaks kenaikan harga BBM subsidi hingga lonjakan konsumsi Pertalite.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin, didampingi Wakil Ketua Yasser Hamidy dan Sekretaris M Rizki Rinaldi. Sejumlah anggota Komisi II juga hadir, yakni dr Meiza Ningsih, Mona Sri Wahyuni, Jepta Sitohang, Davit Marihot Silaban, Rizky Bagus Oka, dan Fikry Raihan Ramadhana.
Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau, Hary Prasetyo, menjelaskan antrean terjadi antara lain akibat meningkatnya pembelian BBM secara bersamaan setelah beredar informasi mengenai isu kenaikan harga BBM subsidi menjelang 1 Mei.

Menurut Hary, sebagian masyarakat memilih mengisi BBM meski tangki kendaraan mereka masih memiliki persediaan karena khawatir harga akan mengalami kenaikan.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai hoaks setelah Pertamina berkoordinasi dengan Polda Riau.
Selain panic buying, Pertamina mencatat adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen beralih dari Pertamax Turbo ke Pertalite sehingga permintaan Pertalite meningkat dan melampaui pola konsumsi harian sejumlah SPBU.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah periode libur panjang yang meningkatkan mobilitas kendaraan dari luar daerah menuju Pekanbaru.
“Stok ada, tapi distribusi kewalahan karena permintaan naik tiba-tiba,” kata Zainal Arifin.
Atas kondisi tersebut, Komisi II DPRD Pekanbaru meminta Pertamina melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM, khususnya untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode tertentu.
Pertamina menyatakan akan memperkuat distribusi untuk memastikan pasokan BBM ke Pekanbaru dan wilayah Riau tetap lancar.
Selain penguatan distribusi, Pertamina juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru terkait pengajuan tambahan kuota BBM. Pengajuan kuota tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Yulianis yang hadir dalam rapat menyatakan pihaknya siap memfasilitasi proses pengajuan tambahan kuota tersebut.
Pertamina juga menyiapkan skema distribusi khusus untuk menghadapi potensi peningkatan konsumsi BBM pada periode libur panjang dan Idul Adha.
“Long weekend dan Idul Adha jadi atensi kami. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” ujar Hary.

Sementara itu, Ombudsman Riau Bambang Pratama mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar melalui pesan berantai, khususnya terkait harga BBM.
Menurutnya, perubahan harga BBM subsidi harus merujuk pada pengumuman resmi pemerintah, bukan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Untuk mengetahui informasi SPBU dan layanan Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan kanal resmi Pertamina.
Jika menemukan dugaan penyelewengan di SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan pengaduan Pertamina atau Disperindag Pekanbaru.
Komisi II DPRD Pekanbaru meminta langkah perbaikan distribusi dilakukan secara berkelanjutan agar pasokan BBM tetap terjaga, terutama saat terjadi lonjakan permintaan akibat libur panjang maupun faktor lainnya.
Lap : Vie







Komentar