Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII menegaskan komitmennya dalam mengawal mutu pendidikan tinggi di Provinsi Riau. Hal ini disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII yang diwakili oleh Ketua Kelompok Kerja (Kapokja) Kemahasiswaan, Firdaus, SPd, MPd, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Wilayah (Musywil) VII Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Riau di Universitas Islam Riau (UIR), Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Firdaus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus APTISI Riau periode 2022-2026 di bawah kepemimpinan Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL. Ia menyoroti peran esensial Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang telah menjadi pilar utama penopang Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi sekaligus pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di daerah.
“Mayoritas anak bangsa di wilayah Riau meniti masa depannya di kampus-kampus swasta. Mutu penyelenggaraan pendidikan di bawah naungan PTS merupakan cerminan langsung dari masa depan Provinsi Riau. Oleh karena itu, kehadiran LLDIKTI Wilayah XVII adalah untuk terus berdiri berdampingan bersama APTISI sebagai fasilitator, pendamping, dan mitra strategis,” ujar Firdaus di hadapan para pimpinan institusi pendidikan yang hadir.
Menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang kian masif, dinamis, dan terdigitalisasi, Firdaus menitipkan tiga pesan strategis bagi kepengurusan APTISI Riau periode 2026-2031 yang akan terbentuk:
Penguatan Tata Kelola Mutu (Good University Governance): Kualitas dan akreditasi adalah marwah institusi pendidikan. Seluruh PTS didorong untuk memacu peningkatan akreditasi program studi maupun institusi demi menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat. Sinergitas Tanpa Batas: APTISI Riau diwajibkan menjadi jembatan perekat antar-PTS. Kampus yang sudah mapan dan besar didorong untuk merangkul dan membimbing kampus yang sedang berkembang. LLDIKTI menegaskan tidak boleh ada lagi dikotomi; yang diutamakan adalah semangat maju bersama. Adaptasi Digital dan Relevansi Lulusan: Kurikulum kampus harus senantiasa diselaraskan dengan tuntutan dunia kerja terkini (link and match). Lulusan PTS di Riau tidak hanya dituntut cerdas secara digital, tetapi juga wajib berkarakter kuat, berintegritas, dan memegang teguh nilai-nilai luhur adat budaya Melayu.
Agenda konstitusi organisasi lima tahunan ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh strategis, di antaranya Plt Gubernur Riau Ir H SF Hariyanto, MT, Anggota DPR RI Komisi X Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, Ketua Umum APTISI Pusat Prof Dr Ir H Budi Djatmiko, Ketua Panitia Musywil VII Meidizon Dahlan, SH, MH, Dr (Can), serta para pimpinan PTS se-Provinsi Riau.
Menutup pemaparannya, Firdaus mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berkolaborasi menyukseskan penguatan mutu dan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Mari bersama-sama kita kayuh sampan pendidikan ini menuju muara kejayaan masa depan generasi bangsa. Kami berharap proses transisi kepemimpinan APTISI Riau berjalan sejuk, demokratis, dan melahirkan program kerja yang konkret bagi mutu kampus,” tutupnya.
Lap : Vie







Komentar