Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan Tahap I di Ruang Pertemuan LLDIKTI Wilayah XVII, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XVII, Sunarti, SP, MM, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun komunikasi resmi yang efektif dan profesional dengan seluruh stakeholder. Menurutnya, peran kehumasan menjadi kunci dalam menjaga citra institusi serta menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
Pada sesi pertama, Afriyendi Gusti, SS, MHum dari Balai Bahasa Provinsi Riau menyampaikan materi tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Tata Naskah Dinas. Ia menegaskan bahwa bahasa merupakan konvensi atau kesepakatan bersama yang digunakan dalam berbagai konteks, termasuk komunikasi formal pemerintahan.
Oleh karena itu, penggunaan bahasa baku dalam naskah dinas harus dipahami secara tepat agar tidak menimbulkan multitafsir. Ia juga mengingatkan agar setiap penyusunan naskah dinas berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta mengikuti tipografi yang berlaku di masing-masing kementerian sebagai institusi vertikal.
Materi kedua disampaikan oleh H Ahmad Zulkani, SH, dari Amanah News yang mengulas Teknik Penulisan Rilis Resmi Pemerintah. Ia menekankan pentingnya mencantumkan kontak person, kejelasan pesan, serta penggunaan kalimat aktif dalam penulisan rilis.
Selain itu, judul berita disarankan singkat, maksimal 6–8 kata, dengan paragraf yang padat dan jelas. Ia juga menyoroti pentingnya paragraf pertama (lead) yang kuat serta penerapan prinsip 5W+1H. Menurutnya, praktisi humas harus memiliki “naluri wartawan” agar mampu menangkap dan menyampaikan informasi yang bernilai bagi masyarakat.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Alfi Sukrilah, SSTP, MSi yang membahas Teknik Penulisan Naskah Pidato Pimpinan. Ia menjelaskan bahwa naskah pidato yang baik memuat unsur kearifan lokal seperti pantun, mencantumkan sapaan secara berjenjang mulai dari pejabat tertinggi, serta memiliki struktur yang jelas: pembukaan, isi, dan penutup. Ia juga mengingatkan agar penggunaan istilah teknis diminimalisir agar pesan mudah dipahami audiens.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi Desain Majalah yang disampaikan oleh Afner Gus Chandra, SIKom, MSos, yang mengupas teknik layout majalah serta praktik penyusunan konten visual yang menarik dan komunikatif.
Sementara itu, Sandra Febri Novita, SM, MM, dari PT Bantu Bantu Selaras menyampaikan materi Pembuatan PPT dengan Aplikasi Canva. Ia memberikan pemahaman praktis terkait desain presentasi yang efektif, menarik, dan mudah dipahami, serta pentingnya visualisasi dalam mendukung penyampaian informasi.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah XVII berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kapasitas di bidang kehumasan, khususnya dalam penulisan naskah dinas, rilis berita, pidato pimpinan, serta pengelolaan media publikasi yang profesional dan informatif.
Lap : Vie







Komentar