Pekanbaru, detaksatu : Forum LSM Riau Bersatu sebagai wadah pemersatu sejumlah LSM tetap fokus pada tugas dan fungsinya sebagai organisasi nirlaba non pemerintah. Diantaranya
membantu dan memperjuangkan hak-hak masyarakat maupun mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Seiring momen Buka Puasa Bersama (Bukber) yang digelar, di Hotel Grand Suka, Sabtu (14/3/2026), Forum LSM Riau Bersatu mengundang 150 peserta terdiri anak yatim, masyarakat kurang mampu dan anggota LSM. Mengisi waktu jelang masuknya waktu berbuka, diisi dengan Diskusi/ Dialog membahas isu terkini, khususnya yang berdampak terhadap masyarakat Riau.
Ketua Forum LSM Riau Bersatu, Ir Robert Hendriko, SH dalam paparannya mengaku sangat prihatin atas kondisi terkini, khususnya kepulangan Gubernur Riau Abdul Wahid ke Pekanbaru dalam rangka persidangan di PN Pekanbaru. Proses penangkapan hingga isu dugaan yang disangkakan dinilai ada unsur kontroversial mendapat banyak tanggapan. “Kita tetap percayakan kepada aparat penegak hukum, namun tetap mengamati proses persidangan nantinya,” ujar Robert.
Persoalan lainnya seperti, permasalahan kehutanan, perkebunan, terutama pasca pengambil alihan lahan perkebunan yang berada di kawasan hutan lindung oleh Agrinas yang menjadi sorotan masyarakat. Apalagi polemik yang muncul ketika lahan tersebut kembali dikelola, sehingga terkesan tukar guling.
“Sementara persoalan masih mengambang, sementara rakyat tetap saja dibuat susah,” papar Robert dengan nada mempertanyakan keseriusan pemerintah.
Hal menarik lainnya, seperti halnya kebijakan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan pemerintah pusat, hingga berdampak secara nasional, khususnya di Riau. Dimana diketahui kebijakan lembaga eksekutif tersebut diwacanakan memotong anggaran pos lainnya demi kelangsungan Program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN). ” Kebijakan lembaga eksekutif ini seperti terombang ambing dalam sebuah kebijakan dan mendapat kritik masyarakat luas,” tandas Robert lagi.
Menjawab pertanyaan wartawan atas kondisi yang terjadi, Robert menegaskan bahwa tujuan agenda Forum LSM Riau Bersatu ini adalah memperkuat kekompakan. “Kita jangan gampang terprovokasi, kita perlu menelaah kebijakan yang tak bersentuhan dengan rakyat dan mengingatkan agar pejabat yang diberi tugas harus serius dan amanah,” pungkas Robert.
Intinya, lanjut Robert, bagaimana Riau ini kuat, rakyatnya sejahtera dan terus membuat program mencerdaskan rakyat. Instrumen hukum harus diperketat dan di jaga,” seru Robert.
Di sela waktu jelang berbuka, selanjutnya disalurkan sejumlah bantuan yang ditujukan kepada anak yatim, maupun keluarga kurang mampu, termasuk kepada sejumlah anggota LSM yang hadir. Bantuan yang disalurkan, selain bingkisan lebaran, juga uang tunai kepada anak yatim dan piatu yang hadir.
“Saatnya kita selalu sama-sama peduli atas kondisi masyarakat, meski sejumlah persoalan belum tuntas dihadapi dan diselesaikan,” tutup Robert.
Lap : Vie








Komentar