Bengkalis, Detaksatu.com : Ada-ada saja tingkah peserta lomba mancing yang digelar Pemuda Damon di Parit SD 4 pada Minggu (24/8/2025). Jika semua peserta ingin dapat hadiah utama, lain halnya dengan seorang ibu bernama Dewi. Dia rela melepaskan hadiah utama berupa mesin cuci yang menjadi haknya demi sebuah sepeda.
Seperti peserta lainnya yang berjam-jam menunggu ikan memakan umpan, Dewi yang datang bersama suaminya pun demikian.
Kesabaran Dewi dan suaminya berbuah manis. Sekitar dua jam sebelum lomba berakhir pancingnya strike, seekor ikan seberat 13,8 gram berhasil dinaikkannya. Dan itu ikan terberat dalam lomba mancing di Parit SD 4 yang warna air coklat tua.
Namun, menjadi juara pertama dengan hadiah mesin cuci merek terkenal tak membuat lega. Dewi malah kepincut sepeda sport anak-anak yang diperuntukkan untuk pemenang nomor dua dengan berat ikan 9,2 gram.
Usut punya usut ternyata Dewi ingin mewujudkan impian sang anak yang menginginkan sepeda.
“Buk Dewi juara pertama, tapi change (bertukar posisi) dengan pemenang nomor dua, karena anaknya ingin sepeda,” kata seorang panitia kepada media ini.
Lomba mancing di Parit SD 4 dimulai pukul 9.00 sampai pukul 16.00 WIB, itu berlangsung menegangkan. Mengapa tidak. Karena masing-masing peserta ingin mendapat ikan terberat untuk mendapatkan hadiah utama berupa mesin cuci.
Puluhan ekor ikan jenis Petutu, Pepuyu dan Arwan atau Gabus berhasil dinaikkan para peserta. Sampai penutupan hanya 13 orang yang berhak membawa pulang hadiah, sedangkan belasan peserta lainnya tereliminasi. Khusus untuk juara pertama sampai ketiga panitia menyediakan piala dan hadiah berupa mesin cuci, sepeda dan kompor gas. Sedangkan sepuluh pemenang lainnya hanya dapat hadiah berupa kipas angin.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan warga tumpah ruah di Parit SD 4, Kelurahan Damon, Kota Bengkalis, Minggu (24/8/2025). Sebanyak 230 peserta dari berbagai usia ikut memeriahkan lomba mancing yang digelar Pemuda Damon dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI.
Dengan biaya pendaftaran Rp15 ribu per joran, suasana penuh antusias terlihat sejak awal perlombaan. Dentuman mercon sebagai tanda dimulai, langsung disambut sorak sorai peserta yang berhasil strike ikan pertama.
“Kalau sudah strike, rasanya luar biasa. Deg-degan tapi senang,” kata Yani, salah seorang peserta yang ikut bersama anaknya.
Lomba ini menggunakan sistem eliminasi. Setiap ikan yang berhasil ditarik langsung ditimbang, lalu ditempatkan di papan peringkat. Lima belas ikan terberat bertahan di papan utama, sementara ikan dengan bobot paling ringan otomatis tereliminasi jika ada tangkapan lebih besar. Beberapa jenis ikan seperti belut, lundu, belukang, udang, dan labi-labi tidak masuk kategori.
Ketua Panitia, Anggun Fahrizan, S.E., menyebut sistem ini membuat kompetisi lebih adil dan menegangkan.
“Siapa saja punya peluang jadi juara, tergantung keberuntungan dan kesabaran,” ujarnya.
Hadiah utama berupa mesin cuci menanti juara pertama, diikuti sepeda untuk pemenang kedua, serta sejumlah kipas angin dan hadiah lainnya. Selain itu, belasan hadiah doorprize juga dicabut sebelum penyerahan hadiah pemenang.
Panitia memastikan lomba ini akan kembali digelar tahun depan dengan tambahan kegiatan gerak jalan santai sebelum acara mancing.
Berikut para pemenang:
01. Dewi 13,8 gram
02. Adi 9,2 gram
03. Diki 8,9 gram
04. Fajar 7,8 gram
05. Rafka 6,4 gram
06. Amer 5,9 gram
07. Sukri 5,3 gram
08. O Madi 5,0 gram
09. Arsa 4,2 gram
10. Farhan 4,1 gram
11. Iam 4,1 gram
12. Fildan 3,7 gram
13. Iman 3,6 gram.
Lap : RD







Komentar