oleh

Jalan Inhu Kuansing Belum Termasuk Rusak Berat, Masyarakat Inhu Minta PJ Gubri Evaluasi Kinerja Kadis PUPR

INHU, DETAKSATU.COM – Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) minta kepada PJ Gubernur Riau segera mengevaluasi kinerja Kadis PUPR Provinsi Riau terkait pernyataan nya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Provinsi Riau di Gedung DPRD Provinsi Riau, Senin (4/11/2024) dalam pernyataannya terkait Kondisi Fisik Jalan Poros Provinsi yang ada di Inhu Kuansing kategori belum rusak berat.

“Pada intinya yang dikecewakan bukan saja Anggota DPRD Inhu – Kuansing juga kami masyarakat Inhu sangat kecewa terhadap pernyataan Kadis PUPR Provinsi Riau itu,” Ujar Syamsul Bahri Warga Pasirpenyu kepada Detaksatu.com, Selasa (5/11) di Airmolek.

Dikatakannya dengan Beredarnya di media sosial (medsos) video rapat pertama Dodi Irawan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau marah besar dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.

Video berdurasi 3 menit 29 detik tersebut ramai dibicarakan masyarakat Indragiri Hulu akibat pernyataan dari Kepala Dinas (Kadis) PUPR Riau tersebut menyatakan jalan poros Inhu-Kuansing tidak termasuk kategori rusak berat.

Didalam video tersebut terlihat, pada awalnya Dodi Irawan yang akrab dengan sapaan Dodi Irawan Bakaghojoo tersebut memperkenalkan diri kepada Kadis dan Kepala UPT dinas PUPR.

“Perkenalkan saya Dodi Irawan, perwakilan dari masyarakat Inhu Kuansing. Singkat saja, saya mau langsung di jawab pertanyaan saya oleh Kadis PUPR. Berapa luas jalan provinsi Riau ?,” tanya Dodi di dalam rapatnya pada Senin (4/11/2024).

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Kadis PUPR dengan ruas  jalan 80 dan panjang jalan 2.693 km.

Kemudian dilanjutkan Dodi dengan bertanya jalan di Kabupaten mana yang paling rusak jalannya, hal itu di jawab Kadis PUPR dengan Kabupaten Inhil yang saat ini mengalami rusak berat.

Didalam lanjutannya, ujar Syamsul, Dodi bertanya terkait jalan Inhu – Kuansing, apakah termasuk dalam kategori rusak berat atau tidak menurut provinsi Riau, di jawab oleh PUPR tidak masuk di dalam kategori rusak berat, hal itulah yang memancing emosi dari Dodi Irawan Bakaghojoo.

“Saya tidak ada ada misi lain di dalam Komisi IV ini, hanya untuk memperjuangkan jalan masyarakat Inhu – Kuansing. Wajar saja jalan Inhu – Kuansing itu seperti itu, karena tidak menjadi prioritas oleh PUPR,” tegasnya.

Ditambahkan Dodi, “Berarti bapak-bapak ini tidak tahu lapangan, makanya dikatakan jalan tersebut (red, jalan Inhu-Kuansing) tidak masuk kategori rusak berat,”.

Dijelaskannya, berapa banyak anak dan orang tua terjangkit ISPA, warung-warung kecil masyarakat terpaksa tutup sehingga perekonomian terganggu bahkan laka lantas yang sering terjadi tetapi tidak menjadi prioritas oleh PUPR Provinsi Riau.

Dipertegas olehnya, “Masyarakat Inhu terkhususnya kecamatan peranap sekitarnya, kayu tak menjadi kertas, sawit tak berminyak, batu bara tak menyala, kami cuma dapat imbasnya,” tegas Aktivis Kesehatan Inhu itu.

Saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/11/2024) anggota DPRD Provinsi Riau Komisi IV, Dodi irawan membenarkan video rapat tersebut.

“Benar, itu video rapat pertama Komisi IV dengan dinas PUPR Riau. Saya geram dan marah jalan Inhu-Kuansing ini tidak menjadi prioritas mereka. Di dalam rapat saya tegaskan, pecat saja UPT yang tidak bekerja dengan baik atau kalau Kadisnya tidak bekerja, Kadisnya dipecat sekalian,” tegas Dodi. (Editor).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *