Pekanbaru, Detaksatu.com : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XVII Periode I pada Sabtu, 10 Mei 2025, di Hotel Labersa, Pekanbaru. Sebanyak 558 wisudawan dikukuhkan dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan yang dihadiri para tokoh penting dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Riau.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, tokoh masyarakat Riau dan mantan Gubernur Riau, Dr. H.M. Rusli Zainal, SE, MP, serta Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dr. Arden Simeru.
Wakil Rektor I IKTA, Riski Novera Yenita, dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa IKTA memberikan penghargaan kepada 13 wisudawan terbaik dan 48 wisudawan terfavorit. Perwakilan wisudawan terbaik, Alfin, turut menyampaikan pesan dan kesan mewakili seluruh lulusan.

Rektor IKTA, Rifa Yanti, menargetkan institusinya mampu mewisuda sekitar 1.000 mahasiswa setiap tahun. “Pada periode I ini, kami mewisuda 558 orang, dan InshaAllah pada Oktober mendatang akan menyusul sekitar 300 wisudawan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Al Insyirah, Drs H Said Mukri, menegaskan bahwa pihak yayasan terus berupaya meningkatkan mutu institusi demi menjadikannya kampus unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam sambutan utamanya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menyampaikan capaian signifikan dalam proses kenaikan jabatan fungsional dosen. “Pada periode I tahun 2025, terdapat 407 usulan dosen, dan sebanyak 397 di antaranya telah dinyatakan memenuhi syarat. Rinciannya adalah 130 Asisten Ahli, 157 Lektor, dan 110 Lektor Kepala serta Guru Besar,” ungkap Nopriadi.
Ia menambahkan bahwa jumlah ini mengalami peningkatan lebih dari 300% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut merupakan hasil dari pemetaan, akselerasi, dan penguatan semangat kolektif yang dikampanyekan oleh LLDIKTI Wilayah XVII di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Secara khusus, Nopriadi mendorong Rektor IKTA agar memotivasi para dosen Lektor untuk naik ke jenjang Lektor Kepala. “Setidaknya 50% dari dosen yang telah mencapai jenjang Lektor diharapkan bisa naik ke Lektor Kepala pada tahun depan. Khusus bagi enam dosen bergelar doktor, mari kita doakan agar tahun ini atau tahun depan mereka bisa mencapai jabatan Lektor Kepala,” ujarnya.
Nopriadi juga memperkenalkan program nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bertajuk “Diktisaintek Berdampak”, yang bertujuan mendukung visi Indonesia Emas 2045. “Pendidikan tinggi tidak boleh lagi eksklusif atau terasing dari realitas sosial. Kampus harus menjadi pusat peradaban baru yang mencerdaskan, memberdayakan, dan memuliakan manusia,” tegasnya.
Kepala LLDIKTI XVII menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan, jadilah pribadi yang selalu belajar dan berkembang.
Gunakan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah sebaik-baiknya.
Ingatlah bahwa keberhasilan ini diraih melalui pengorbanan waktu, tenaga, biaya, dan pikiran. Berkontribusilah secara positif bagi masyarakat dan umat.
Tingkatkan karakter mulia dan jadikan akhlak luhur sebagai pedoman hidup.
Ia juga menekankan delapan nilai penting yang harus dipegang teguh oleh para lulusan:
1. Kesabaran dalam menghadapi tantangan.
2. Empati dalam membangun hubungan.
3. Kejujuran dan integritas sebagai fondasi kepercayaan.
4. Keadilan dalam melayani masyarakat.
5. Tanggung jawab atas setiap tindakan.
6. Keikhlasan dalam memberi manfaat.
7. Rasa syukur atas segala pencapaian.
8. Memuliakan orang tua dengan memberi yang terbaik bagi mereka.
Sidang senat ini bukan hanya menandai keberhasilan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau.
Lap : Vie











Komentar