oleh

M Syafaat Terenyuh Saat Datangi Rumah Calon Penerima Bedah Rumah Dikelurahan Sekar Mawar

DETAKSATU, Inhu – Meski tak menitikkan air mata, namun hati Muhammad Syafaat terenyuh. Siang itu, ia dan rombongan melihat langsung kondisi rumah calon penerima program BSPS di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu. Kumuh, berdinding papan, dan jauh dari kata layak dijadikan sebagai hunian.

Ada 10 rumah bakal calon penerima manfaat di Kelurahan Sekar Mawar yang disurvei Muhammad Syafaat, Selasa (11/1/2022) kemarin.

Kondisi rumah-rumah tersebut seakan melegitimasi, bahwa kemiskinan dan kesenjangan sosial masih menjadi masalah pelik yang harus ditekan pemerintah hingga angka terendah.

Syafaat menyampaikan, bahwa tahun ini, Kabupaten Inhu kembali mendapatkan bedah rumah dari program Biaya Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR. Tahun 2021 lalu, jumlah rumah yang mendapatkan bantuan di Inhu sebanyak 126 rumah. Tahun ini, berkurang hanya 70 rumah yang tersebar di 7 desa di Kabupaten Inhu.

Desa penerima tersebut diantaranya, Koto Tuo (Batang Peranap), Sungai Banyak Ikan dan Sungai Pasir Putih (Kelayang), Sungai Baung (Rengat Barat), dan Siambul (Batang Gangsal). Masing-masing desa mendapatkan jatah 10 rumah. Program ini rencananya akan direalisasikan pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

“Tahun ini Inhu kembali mendapatkan program BSPS yang merupakan program aspirasi dari Anggota DPR RI Fraksi PKS yakni Ustsdz Syahrul Aidi Maazat,” jelas Syafaat.

Siang itu, di tengah cuaca terik, Muhammad Syafaat berjalan kaki ke rumah salah seorang calon penerima di kawasan Sekar Mawar ujung. Mobilnya ia sengaja parkir di depan gang.

Di rumah berdinding kayu dengan cat kuning lusuh, anggota legislatif yang berdomisili di Pasir Penyu ini disambut beberapa penghuni rumah. Yakni seorang ibu paruh baya, perempuan dewasa, dan beberapa anak usia sekolah.

Di rumah beratap rumbia tersebut, Syafaat singgah agak lama. Ia mengamati sekeliling rumah. Melihat dengan detil sudut-sudut rumah, mulai dari langit-langit hingga lantai. Tak berapa lama kemudian, ia terlihat mengobrol dengan penghuni rumah.

Ternyata, sang ibu tak pernah mendapatkan dana bantuan sosial yang rutin diberikan pemerintah pada warga tak mampu. Ia hanya dua kali mendapatkan dana Covid-19 beberapa waktu lalu.

Di sana, Syafaat meminta doa, agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mampu memberikan khidmat terbaik untuk masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Indragiri Hulu.

“Seluruh pengurus dan anggota PKS Inhu mencintai Indragiri Hulu. Semoga program bedah rumah ini mampu membantu masyarakat kita yang susah. Dan semoga nanti bedah rumah di Inhu bisa lebih banyak,” harap Syafaat.

Tak lupa, ia menyampaikan ungkapan terima kasih kepada H Syahrul Aidi Maazat atas perhatiannya kepada Kabupaten Inhu. Sebab, ini tahun kedua berturut-turut Inhu mendapatkan program bantuan bedah rumah ini.

Sementara itu, legislator asal Riau Syahrul Aidi sendiri menyampaikan, bahwa jangan sampai ada rumah masyarakat Riau yang tak layak huni. Membangun hunian yang layak merupakan salah satu cita-cita besarnya untuk Riau.

Beruntung, Syahrul Aidi bisa mewujudkan mimpinya ini sejak duduk di Komisi V DPR RI, yang salah satunya membidangi infrastruktur. Di mana Kementerian PUPR menjadi salah satu mitra dari komisi tersebut.

Sehingga, saat ini, alumnus Al-Azhar Mesir tersebut lekat dengan julukan “Bapak Infrastruktur Riau”. Sebab banyak pembangunan infrastruktur di Riau saat ini terealisasi berkat perjuangannya di Senayan. (LAPORAN FAUZI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru