oleh

Jemput Warga Pekanbaru Hingga ke Pemukiman

Pekanbaru, Detaksatu : Pemerintah Kota Pekanbaru melalui dinas Perhubungan bekerja serius untuk menekan angka kemacetan dan polusi udara di Ibu Kota.

Dishub Kota Pekanbaru di era 4.0 terus berinovasi dengan “Bus Feeder Mampu Jadi Solusi Atasi Kemacetan”. Beberapa program unggulan terus dikebut untuk mengatasi masalah yang seolah menjadi momok menakutkan itu.

Layanan feeder ini untuk menghubungkan pemukiman dengan Halte Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP)

Penumpang nantinya bisa memakai satu tiket saat naik bus TMP. Ia menilai peningkatan layanan ini memberi kemudahan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini pukul 09.00 WIB, Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, MT Lounching Operasional Bus Feeder untuk Koridor 9 bertempat di Lapangan kantor Wali Kota Pekanbaru Tenayan Raya ,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, H. Yuliarso, S.TTP, M.Si Usai upacara Hari Perhubungan Nasional Tahun 2021 sekaligus Lounching Bus Feeder koridor 9, Jumat (17/9/2021)

Sebelumnya, Yuliarso menjelaskan dengan Penetapan Pekanbaru sebagai Kota Percontohan Transportasi oleh Departemen Perhubungan melalui SK 111 tahun 2007, sehingga Pekanbaru merupakan salah satu dari 6 Kota yang ditunjuk sebagai Kota Percontohan di Indonesia di Bidang penyelenggaraan angkutan perkotaan.

Hal itu di tandai dengan Penanda tanganan MOU antara Walikota Pekanbaru dengan Dirjen Perhubungan Darat No. 8 tahun 2007 tentang kerjasama perencanaan, pengoperasian Sistem Angkutan Umum Massal berbasis Jalan di Kota Pekanbaru.

Penyusunan Detail Engineering Design penyelenggaraan angkutan umum massal berbasis jalan yang merupakan desain teknis pengoperasian Sistem angkutan umum massal di Kota Pekanbaru, urai kadishub.

Lanjut dia, Pembangunan infrastruktur halte dilaksanakan pada tahun 2008 dan 2009 yang lalu terdiri dari Bantuan Pemerintah Pusat sebanyak 19 unit dan bantuan dari Pihak III sebanyak 47 unit termasuk yang bersifat permanent dan portable.

Ditambah Bantuan Bis oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2009 sebanyak 20 unit untuk dioperasikan di Kota Pekanbaru. Tanggal 21 Juni 2009 peluncuran pengoperasian SAUM di Kota Pekanbaru dengan biaya operasional dibiayai oleh Pemerintah Kota Pekanbaru sampai dengan saat ini.

 

Angkutan umum massal Kota Pekanbaru yang diluncurkan pertama kali pada bulan Juni tahun 2009 yaitu Trans Metro Pekanbaru. Beroperasi dengan 20 unit bus besar dari bantuan Kementrian Perhubungan RI, Pemerintah Kota Pekanbaru melayani 2 koridor yaitu Koridor 1 (Perumahan Pandau – Pelita Pantai) dan Koridor 2 (Terminal BRPS – Kulim). Tahun 2014 Pemerintah mengembangkan pengoperasian Trans Metro Pekanbaru (TMP) dengan menambah 7 (tujuh) koridor dengan jumlah armada 75 unit bus besar.

Pada saat ini, telah beroperasi Bus Rapid Transit (BRT) atau Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) berbasis jalan melayani 15 Koridor yang menjangkau jalur utama dan guna meningkatkan jumlah pengguna / okupansi pengguna angkutan umum massal maka perlu segera didukung dengan pengoperasian Angkutan Feeder/Pengumpan yang melayani Trayek Cabang dan Ranting BRT tersebut dengan tarif terintegrasi dengan BRT.

“Sistim angkutan feeder atau dengan inovasi sistim pengairan yang terhubung 6 unit kendaraan yang di siapkan untuk 11 koridor jemput perumahan menuju ke Halte Bus, itu dihitung hanya 1 tiket terusan”, Bebernya,

Lanjut dia, Mobil itu nanti akan masuk ke perumahan dengan durasi 3 jam secara bergantian untuk satu bus, insyaallah masyarakat Kota Pekanbaru akan mendapatkan moda transportasi dengan biaya yang murah dan nyaman. Bahkan Proses rambu- rambunya sudah di siapkan.

“Salah satunya dengan program feeder, integrasi antar moda transportasi umum. Program yang mengadopsi sistim moda transportasi di Jakarta ini, sudah di sosialisasikan kepada Walikota. Bahkan Walikota Pekanbaru merespon positif.

Tambahnya, nantinya kendaraan (Bus mini) melingkar yang mengelilingi satu titik di pusatnya, seperti halnya jaring laba-laba di perumahan Purwodadi, nanti masuk lagi diarea perumahan cipta karya dan perumahan kualu selanjutnya, bus mini akan menuju lokasi satu titik halte yang ada di wilayah cipta karya atau Kualu.

Menurutnya, seluruh armada nantinya akan diintegrasikan khususnya angkutan umum reguler, yaitu bus kecil, bus sedang, dan bus besar. Jadi warga tak perlu repot-repot lagi menunggu di halte yang bepergian ke pasar pusat atau sudirman, nanti akan ada kendaraan menjemput penumpang hingga di rumahnya. “Sistem Pembayaran feeder bertarif hanya di hitung satu terusan.”

“Catatan lain adalah terkait okupansi atau jumlah penumpang. Okupansi bus TMP perlu ditingkatkan dengan mempercepat waktu tunggu di setiap halte, makanya pihaknya membuat inovasi baru dengan Feeder.”

Dari sisi okupansi mencapai 3 JT/tahun 2018 lalu, dengan tarif subsidi dari pemerintah. Untuk tahun 2020, mengalami penurunan mencapai 50 persen karena dampak pandemi Covid-19 tentunya sangat draktis karena aturan physical distancing penumpang bus regulasi di isi hanya 50 persen.

“Untuk tarif 3.000 untuk Pelajar atau Mahasiswa, sedangkan untuk umum 4.000, sisanya subsidi pemerintah.”

Untuk keseluruhan ,pihak dinas perhubungaan merencanakan ada 11 koridor Bus TMP yang memiliki angkutan feeder, dengan perkiraan dana mencapai 3-4 milyard rupiah per tahun,”jelasnya.

“Dinas perhubungan sudah mengusulkan anggaran itu dalam APBD 2021, hanya ada dampak pandemi covid-19,” katanya. Angkutan feeder ini sebenanya untuk
semakin mengefektifkan fungsi bus trans metro pekanbaru, pemerintah pengkajian terhadap feder ini sudah dilakukan sejak tahun lalu, dan ditargetkan tahun 2021 ini bisa terealisasi, terangnya.

Berikut Rencana Untuk Trayek Rute Feeder Yaitu:

Trayek Feeder 1 Garuda Sakti- SM. Amin Rute: jalan Garuda Sakti-Jalan Melati-Jl. Naga Sari- Jl. SM. Amin – PP.

Feeder 2 Jl. HR. Soebrantas – Rumah Potong Rute: Jl. HR. Soebrantas-Jl. Cipta Karya- Rumah Potong- Jl. Purwodadi- Jl. HR. Soebrantas.

Feeder 3 JL. HR. Soebrantas- Suka Karya Rute Jl. HR. Soebrantas- Jl. Swakarya-Jl. SukaKarya – Jl. HR. Soebrantas.

Feeder 4 Jl. Tuanku Tambusai- JL. HR. Soebrantas Via Delima Rute: Jl.Tuanku Tambusai- Jl. Srikandi- Jl. Delima- Jl. Soebrantas – PP.

Feeder 5 S. Hatta- SM. Amin Via Lobak/ Ardat Rute: Jl. Soekarno Hatta- Jl. Lobak/Ardat- Jl. SM. Amin- PP.

Feeder 6 Jl. H. Imam Munandar – Sudirman Via Kelapa Sawit, Rute : Jl. H. Imam Munandar – JL. Kelapa Sawit – JL. Rawa Mangun – Jl. Datuk Setia Maharaja- Jl. Sudirman – PP.

Feeder 7 Jl. H. Imam Munandar- Sudirman Via Bukit Barisan Rute: Jl. H. Imam Munandar- Jl. Bukit Barisan – Jl. Kapau Sari- Jalan Pinang Merah- Jl. Datuk Setia Maharaja -Jl. Sudirman- PP
.
Feeder 8 Jl. Hangtuah- Jl. Tanjung Datuk Via Rusunawa, Rute: Jl. Hangtuah- Simpang BPG- Jl. Sail- Simpang Kuburan- Jl. Karya Bakti- Jl. Karya Bersama- Rusunawa- Jl. Sumber Sari Jl. Tanjung Datuk- PP.

Feeder 9 Jl. H. Imam Munandar- Camat Tenayan Via Bukit Barisan, Rute: Jl. Bukit Barisan- Jl. Singgalang- Simpang Sepakat – Polsek Tenayan- Jl. Hangtuah Ujung (Pasar Tangor)- Jl. Budi Luhur- Kantor Camat Tenayan Raya- PP.

Feeder 10 Jl. Garuda Sakti- Terminal Senapelan, Rute : Jl. Garuda Sakti- Jl. Air Hitam- Jl. Sigunggung- JL. Soekarno Hatta- Jl. Jenderal- Jl. Melur- Jl. Teratai- Terminal Pasarr Kodim- PP.

Feeder 11 Jl. Sembilang-Okura, Rute: Jl. Sembilang-Jl. Pramuka- Danau Kayangan -Taman Bunga- WDO- Lurah OKORA.

Insyaallah pada Tahun 2022 mendatang, akan direncanakan 6 Rute feeder akan di operasikan yaitu feeder 2,3,7,8,9 dan 11, tambah kadishub Kota Pekanbaru H. Yuliarso, STTP, M.Si mengakhiri.(Advertorial)

Laporan : Kim PKU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru