oleh

LLDIKTI Wilayah XVII Gelar Penilaian Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026, Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Kemitraan Berdampak

Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau secara resmi membuka Penilaian Anugerah Kerja Sama Diktisaintek (AKD) Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap perguruan tinggi yang berhasil membangun dan mengimplementasikan kerja sama strategis yang berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, serta dihadiri dewan juri dari unsur industri, panitia pelaksana, pimpinan perguruan tinggi swasta, dan tim presenter dari perguruan tinggi peserta. (LLDIKTI Riau)

Dalam sambutannya, Dr H Nopriadi menegaskan bahwa di tengah dinamika pendidikan tinggi saat ini, kerja sama bukan lagi sekadar pelengkap administrasi atau pemenuhan dokumen akreditasi, melainkan menjadi penggerak utama dalam membangun inovasi, meningkatkan kualitas lulusan, memperluas hilirisasi riset, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

“Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan AKD Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mengukur sekaligus mengapresiasi implementasi kerja sama yang telah dibangun oleh perguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Penilaian tahun ini difokuskan pada tiga kategori utama, yaitu Kerja Sama Internasional Terbaik, Kerja Sama Industri Terbaik, serta Kerja Sama Pemerintah/LSM Terbaik. Ketiga kategori tersebut dinilai mampu mencerminkan kualitas kemitraan perguruan tinggi dalam memperluas jejaring global, memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, serta meningkatkan kontribusi nyata kepada pemerintah dan masyarakat.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri yang berasal dari kalangan industri, yakni Dr Tengku Kespandiar, ST, MM, dari PT RAPP, Armadi, SE, ME, dari PT Indah Kiat Pulp & Paper, serta Herdianto dari Pertamina Hulu Rokan yang diharapkan mampu memberikan penilaian secara objektif dan profesional.

Sebanyak 12 perguruan tinggi berhasil lolos ke tahap presentasi proposal, yaitu Universitas Ibnu Sina, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Universal, Politeknik Caltex Riau, Universitas Internasional Batam, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Islam Riau, Politeknik Pariwisata Batam, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Universitas Putera Batam, Universitas Lancang Kuning, dan Universitas Abdurrab.

Dr. H. Nopriadi berharap seluruh peserta menjadikan kompetisi ini sebagai sarana untuk terus memperkuat budaya kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, siapa pun yang nantinya menjadi pemenang, kemenangan sesungguhnya adalah terciptanya ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau yang semakin sehat, maju, inovatif, dan berdampak.

“Kemitraan yang terus dirawat dan diperkuat, kita optimistis sumber daya manusia di Riau dan Kepulauan Riau akan semakin mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tutupnya sebelum secara resmi membuka Penilaian Anugerah Kerja Sama Diktisaintek (AKD) Tahun 2026.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *